Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Mei 2026, 00:05
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai sorotan setelah laporan CNN menyebut dirinya pernah mengancam, membuka kemungkinan menyerang, atau benar-benar melakukan serangan terhadap 15 negara selama dua periode kepemimpinannya di Gedung Putih.

Dalam laporan tersebut, Oman menjadi negara terbaru yang masuk dalam daftar itu setelah Trump melontarkan ancaman terkait situasi di Selat Hormuz. Saat rapat kabinet di Gedung Putih pada Rabu, 27 Mei 2026, Trump memperingatkan Oman agar tidak ikut menguasai jalur pelayaran strategis tersebut bersama Iran.

“Oman akan bersikap seperti negara lain, atau kami harus menghancurkan mereka,” kata Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih.

CNN menilai pernyataan tersebut memang tidak disampaikan sebagai kebijakan resmi, namun dianggap mencerminkan pola pendekatan luar negeri Trump yang kerap menggunakan ancaman kekuatan militer. Menurut laporan itu, Oman menjadi sedikitnya negara ke-15 yang pernah diancam atau menjadi target serangan selama Trump menjabat sebagai presiden. 

Baca Juga: Xi Jinping dan Donald Trump Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

Pada masa jabatan keduanya, Trump disebut telah melancarkan operasi militer di tujuh negara, yakni Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman. Selain itu, pemerintahannya juga melakukan operasi terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkotika di Laut Karibia dan Samudra Pasifik. Sementara negara lain seperti Kanada, Kolombia, Kuba, Greenland, Meksiko, Panama, hingga Oman pernah mendapat ancaman atau sinyal kemungkinan tindakan militer dari Trump.

Laporan CNN juga menyoroti bahwa sebagian ancaman tersebut tidak selalu berujung pada serangan langsung, melainkan berupa pernyataan yang membuka opsi penggunaan kekuatan militer. Namun frekuensi penggunaan retorika tersebut dinilai menunjukkan pendekatan agresif Trump dalam diplomasi internasional.

Baca Juga: Donald Trump Belum Yakin AS dan Iran Capai Kesepakatan

Kawasan Timur Tengah menjadi salah satu fokus utama dalam daftar tersebut. Iran, Irak, Oman, Suriah, dan Yaman termasuk negara yang disebut pernah menjadi sasaran ancaman atau operasi militer AS di bawah kepemimpinan Trump. Selain itu, ancaman dan operasi militer tersebut juga mencakup negara-negara di Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Bahkan, Denmark ikut terseret dalam polemik setelah Trump beberapa kali membahas kemungkinan mengambil alih Greenland yang merupakan wilayah otonom Denmark.

CNN juga mencatat bahwa beberapa komentar Trump melampaui ancaman militer biasa dan mengarah pada gagasan ekspansi wilayah. Dari total 15 negara yang disebut dalam laporan tersebut, Kanada, Kuba, Greenland, Panama, dan Venezuela pernah disinggung Trump sebagai kemungkinan wilayah yang berada di bawah kendali Amerika Serikat.

(Sumber: Antara)

 

x|close