Ntvnews.id, Jakarta - Dua pekerja migran Indonesia (PMI) diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Arab Saudi. Kasus ini mencuat setelah beredar video pengakuan keduanya di media sosial yang mengungkap dugaan eksploitasi seksual secara sistematis.
Video yang diunggah akun Instagram @bisikanneti pada Rabu (29/4/2025) memperlihatkan pengakuan mengejutkan dari salah satu korban. Dalam rekaman tersebut, ia mengaku dipaksa melayani ratusan pria setiap bulan dengan ancaman tidak dibayar jika target tidak terpenuhi.
"Jadi dalam sebulan harus layani 450 pria. Kalau nggak sampe target nggak dapat gaji," kata wanita itu dengan nada ketakutan, dilihat dari video yang viral, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: IHSG Rabu Dibuka Menguat ke 7.086, Ikuti Bursa Kawasan Asia dan Global
Pengakuan itu memperkuat dugaan bahwa keduanya menjadi korban praktik perdagangan manusia yang menjebak pekerja migran melalui janji pekerjaan di luar negeri.
Korban menjelaskan, awalnya mereka tergiur tawaran kerja di Arab Saudi yang disampaikan oleh seorang pekerja lapangan berinisial N melalui WhatsApp. Namun setibanya di negara tujuan, situasi berubah drastis. Mereka justru diserahkan kepada perempuan lain berinisial Z dan diduga disekap untuk tujuan prostitusi.
"Jadi N ini iming-iming di WA untuk kerja di Arab Saudi. Tapi ketemu dengan Z. Di sana kami disekap untuk melayani pria. Tapi kami bisa kabur saat belanja ke salah satu mal," kata wanita tersebut seperti dalam video yang dilihat detikBali.
Keduanya mengaku berhasil melarikan diri ketika mendapat kesempatan keluar saat diajak berbelanja ke sebuah pusat perbelanjaan. Momen itu dimanfaatkan untuk kabur dari dugaan penyekapan yang mereka alami.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Aidy Furqon menyatakan pihaknya masih belum dapat memastikan asal daerah kedua PMI tersebut, termasuk apakah mereka berasal dari Nusa Tenggara Barat.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp30 Ribu, Segram Dekati Rp2,8 Juta
Pemerintah Provinsi NTB kini terus berupaya menelusuri kebenaran informasi tersebut dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi.
"Sudah seminggu kami hubungi Kemenlu dan Kedubes, belum ada konfirmasi terkait info di video tersebut. Pihak yang take video juga coba kami hubungi ternyata sudah tidak bisa dihubungi lagi," ujarnya, Senin (4/5/2026).
Upaya komunikasi masih terus dilakukan untuk memastikan identitas sekaligus kondisi kedua korban. Hingga kini, belum ada perkembangan terbaru mengenai keberadaan maupun keselamatan mereka.
"Kalau mereka PMI kita, semoga baik-baik saja, sebab kami belum dapat update infonya," tandas Aidy.
2 PMI Korban TPPO di Arab Saudi (Instagram)