Jembatan Layang di Seoul Ambruk saat Dibongkar, 3 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mei 2026, 20:07
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Jalan layang di Seoul, Korea Selatan ambruk. Jalan layang di Seoul, Korea Selatan ambruk. (Yonhap)

Ntvnews.id, Seoul - Sebagian jembatan layang Seosomun di wilayah barat Seoul, Korea Selatan, ambruk, menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya pada Selasa, 26 Mei 2026. Peristiwa itu terjadi ketika proses pembongkaran struktur jembatan tengah berlangsung.

Menurut keterangan otoritas pemadam kebakaran dan Pemerintah Kota Seoul, kejadian tersebut dilaporkan sekitar pukul 14.32 waktu setempat, di area pembongkaran yang berada di Migeun-dong, Distrik Seodaemun. Demikian dilansir dari laman The Korea Herald.

Sebagian struktur jembatan dilaporkan roboh dan menimpa kendaraan yang digunakan dalam proses pembongkaran.

Korban meninggal dunia seluruhnya merupakan pria, terdiri dari dua orang berusia 60-an tahun dan satu orang berusia 50-an tahun. Salah satu korban yang berusia 50-an tahun sempat ditemukan terjebak di bawah kendaraan dalam kondisi henti jantung sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

Sementara itu, tiga korban luka yang masing-masing berusia 30-an, 40-an dan 50-an tahun mengalami cedera pada sejumlah bagian tubuh seperti kepala, pinggang, dan tulang rusuk.

Enam pekerja lain di lokasi berhasil menyelamatkan diri sebelum struktur jembatan runtuh sehingga tidak mengalami cedera.

Petugas darurat kemudian menyampaikan peringatan keselamatan kepada tim di lapangan sekitar pukul 14.42 dan melaporkan kejadian tersebut kepada National Crisis Management Center serta instansi terkait lainnya.

Akibat insiden itu, layanan kereta turut terdampak. Operator kereta Korail menyatakan perjalanan kereta antara Stasiun Seoul di Jalur Subway Nomor 4 dan Stasiun Sinchon di Jalur Subway Nomor 2 sempat dihentikan. Gangguan juga memengaruhi layanan Jalur Gyeongui dan sejumlah jalur lain di sekitar lokasi.

Pemerintah Kota Seoul menjelaskan pekerjaan pembongkaran pada bagian rel jembatan hanya dapat dilakukan antara pukul 01.30 hingga 04.00 dini hari mengikuti jadwal operasional kereta.

Seorang pejabat Pemerintah Metropolitan Seoul mengatakan para pekerja sedang memotong pelat beton antara pukul 01.30 hingga 02.30 dini hari ketika salah satu pelat turun sekitar 2,9 sentimeter, yang menandakan adanya gangguan struktural.

“Setelah mendeteksi tanda-tanda tidak normal, pekerjaan konstruksi dihentikan sekitar pukul 02.30 dini hari, dan inspeksi keselamatan dilakukan mulai pukul 14.00,” kata pejabat kota dalam konferensi pers.

Pejabat tersebut menambahkan balok penyangga atau girder yang berada di bawah dek jembatan diduga patah di bagian tengah saat inspeksi berlangsung dan kemungkinan menjadi pemicu runtuhnya struktur.

Pemerintah Kota Seoul diketahui mulai membongkar jembatan layang Seosomun sejak 17 Agustus 2025. Jembatan yang dibangun pada 1966 itu sebelumnya mendapat peringkat D dalam inspeksi keselamatan terbaru, yang menunjukkan adanya masalah serius terkait keamanan struktur.

Usai kejadian, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung

memerintahkan seluruh pihak terkait mengerahkan upaya maksimal dalam penanganan insiden dan perawatan korban luka.

Melalui pernyataan yang disampaikan juru bicara senior kepresidenan Kang Yu-jung, Lee juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta meminta investigasi menyeluruh dilakukan untuk mengetahui penyebab runtuhnya jembatan dan mencegah kejadian serupa terulang.

Perdana Menteri Kim Min-seok sebelumnya turut mengeluarkan instruksi darurat setelah menerima laporan insiden tersebut.

Kim meminta Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan serta Badan Pemadam Kebakaran Nasional mengerahkan seluruh personel dan peralatan yang tersedia demi mendukung operasi penyelamatan.

Ia juga meminta instansi terkait menyediakan tenaga kerja dan perlengkapan tambahan di lokasi serta bekerja sama penuh dengan petugas penyelamat.

Selain itu, Kim menginstruksikan pihak berwenang untuk segera mengidentifikasi rumah sakit terdekat yang mampu menangani korban dan memastikan proses evakuasi korban luka dilakukan secepat mungkin guna meminimalkan korban jiwa.

Hingga kini, penyebab pasti runtuhnya jembatan masih dalam penyelidikan.

 

x|close