DPR Ajak Kolab Anak Muda buat Beresin Krisis Sampah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 13:15
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi- Pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. ANTARA/HO-Pemkot Bandung Ilustrasi- Pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. ANTARA/HO-Pemkot Bandung (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengajak anak muda untuk berkolaborasi. Kolaborasi ini dilakukan guna mengatasi persoalan sampah.

Menurut Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, pentingnya kolaborasi antara parlemen dan generasi muda dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia. Ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Parlemen Kampus di Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, Jawa Tengah, Selasa, 5 Mei 2026.

Eddy mengatakan, penguatan kapasitas generasi muda menjadi langkah awal yang krusial dalam membangun kesadaran dan aksi nyata terhadap isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Menurut dia, edukasi harus mencakup berbagai aspek, mulai dari pemahaman regulasi hingga implementasi di lapangan.

Baca Juga: DPR Dukung LPDP Dilatih TNI: Mereka Harus Ingat Dibiayai Negara!

"Pertama, tentu edukasi peningkatan kapasitas bagi kalangan muda itu sangat penting untuk kita perkuat, mulai dari edukasi di bidang legislasi, regulasi, termasuk juga pelaksanaan di lapangan," ujar Eddy.

Dia menuturkan, DPR memiliki fungsi pengawasan yang dapat dimanfaatkan untuk menjembatani aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan muda. Melalui mekanisme tersebut, berbagai persoalan sampah yang terjadi di daerah dapat diangkat dan dibahas di tingkat nasional.

"Kita juga DPR punya fungsi pengawasan di mana kemudian kita bisa berkolaborasi dengan kalangan muda, di mana ketika terjadi permasalahan terkait sampah tentu bisa dibawa melalui saluran aspirasi masyarakat untuk kita bahas di internal," papar dia.

Eddy menilai penting untuk menghindari kesenjangan antara pemahaman dan praktik di lapangan. Baginya, tanpa kolaborasi yang erat, upaya penanganan sampah tidak akan berjalan optimal.

"Jangan sampai ada gap antara pemahaman dan pelaksanaan di lapangan. Kita ingin sekali berkolaborasi, agar ada partisipasi dan kerjasama yang erat antara kita dan kalangan muda," jelas dia.

Eddy memandang, keterlibatan generasi muda bukan hanya sebagai objek edukasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mencari solusi terhadap persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Eddy pun menilai penanganan sampah saat ini sudah masuk dalam kategori darurat, sehingga membutuhkan pendekatan yang kolaboratif dan berkelanjutan. Ia optimistis, dengan keterlibatan aktif mahasiswa, berbagai inovasi dan solusi dapat dihasilkan.

x|close