241 Ribu Kasus Ditemukan hingga Mei 2026, Kepala Bakom Sebut Pemerintah Percepat Penanggulangan TBC

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 14:58
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (tengah) dalam konferensi pers Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (tengah) dalam konferensi pers (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom), Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa hingga 3 Mei 2026 terdapat 241.000 kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia. Dari total tersebut, sekitar 84 persen kasus telah mendapatkan pengobatan, dengan tingkat keberhasilan terapi mencapai 80 persen.

“Pada tanggal 3 Mei 2026 ini, capaian program TBC Nasional adalah sebagai berikut: penemuan kasus lebih dari 241.000 kasus, inisiasi pengobatan 84 persen dari target 95 persen, dan keberhasilan pengobatan 80 persen dari target 90 persen,” kata Qodari di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Meski capaian tersebut menunjukkan perkembangan, Qodari menegaskan bahwa upaya penanganan TBC masih perlu dipercepat. Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya mengatasi masalah ini melalui berbagai langkah strategis.

“Baik penguatan skrining, peningkatan kapasitas deteksi, hingga pemberdayaan komunitas dalam pencegahan dan pengobatan,” ujar Qodari.

Baca Juga: Iran Terapkan Mekanisme Baru Izin Kapal di Selat Hormuz

Ia menjelaskan, percepatan skrining akan dilakukan dengan mengintegrasikannya ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“(Kemudian) penguatan kapasitas deteksi di puskesmas. Puskesmas akan diperkuat dengan alat NPOCT (Near Point of Care Testing), serta penelusuran X-ray yang akan dimulai pada semester dua tahun ini,” jelas Qodari.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Siaga TBC. Saat ini, tercatat 6.484 desa atau kelurahan di 117 kabupaten/kota dari 23 provinsi telah berkomitmen untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan TBC secara mandiri.

“Kegiatannya meliputi skrining, tracing, pendampingan pengobatan oleh kader, pemberian terapi pencegahan TBC, serta dukungan makanan bergizi,” ucap Qodari.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari <b>(NTVnews)</b> Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari (NTVnews)

“Pemerintah menargetkan pembentukan Desa Siaga TBC di 30 persen dari seluruh desa di Indonesia. Dari total sekitar 70 ribu desa, saat ini ada sekitar 6.000 desa, berarti baru sekitar 9 persen, sementara target adalah 30 persen,” tambah dia.

Langkah lain yang dilakukan adalah perbaikan rumah bagi pasien TBC. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan renovasi 8.000 rumah pasien di wilayah prioritas dengan tingkat kasus tinggi.

“Dan ini meningkat dari 300 rumah per tahun pada 2020–2023. Sebanyak 5.453 rumah telah diusulkan melalui aplikasi Sibaru. Rumah layak huni adalah garis pertahanan pertama melawan penularan TB,” kata Qodari.

Sebagai penutup, Qodari menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan TBC di tingkat nasional.

“Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menko PMK, dan KSP telah menggelar rapat koordinasi penanggulangan TBC bersama seluruh gubernur, bupati, dan wali kota di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota,” tandasnya.

x|close