Ntvnews.id, Istanbul - United States dan Iran dilaporkan semakin dekat untuk menandatangani nota kesepahaman guna mengakhiri perang sekaligus menyusun kerangka negosiasi nuklir yang lebih rinci.
Menurut laporan Axios yang mengutip sejumlah sumber pada Rabu, 6 Mei 2026, pemerintah AS berharap Iran dapat memberikan respons terhadap sejumlah isu utama dalam waktu 48 jam.
Meski belum tercapai kesepakatan final, laporan tersebut menyebut perkembangan itu menjadi titik terdekat yang pernah dicapai kedua negara sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu.
Dalam rancangan kesepakatan tersebut, Iran diminta menghentikan sementara pengayaan nuklir. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan mencabut sejumlah sanksi dan membebaskan dana Iran yang selama ini dibekukan. Kedua pihak juga disebut akan melonggarkan pembatasan transit di Selat Hormuz.
Namun demikian, banyak poin dalam rancangan itu masih bergantung pada kesepakatan akhir kedua negara, sehingga tetap menyisakan risiko munculnya konflik baru maupun ketidakpastian terhadap gencatan senjata yang saat ini berlangsung.
Baca Juga: Sudah 7 Minggu, Pemakaman Khamenei Ditunda karena Risiko Serangan Israel dan Amerika Serikat
Laporan tersebut juga menyebut Presiden AS Donald Trump menunda operasi baru di Selat Hormuz demi menjaga momentum gencatan senjata karena adanya kemajuan dalam proses negosiasi.
Draf nota kesepahaman yang terdiri atas 14 poin itu sedang dinegosiasikan oleh utusan Trump, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, bersama sejumlah pejabat Iran. Perundingan berlangsung baik secara langsung maupun melalui mediator internasional.
Rancangan tersebut juga memuat penghentian perang dan dimulainya masa negosiasi selama 30 hari terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, serta pencabutan sanksi ekonomi.
Baca Juga: Rupiah Kamis Menguat ke Rp17.325 per Dolar AS Dipicu Meredanya Konflik AS-Iran
Perundingan lanjutan dilaporkan kemungkinan akan digelar di Islamabad atau Geneva. Selama periode negosiasi, pembatasan pelayaran Iran dan blokade laut AS disebut akan dilonggarkan secara bertahap.
Axios juga melaporkan bahwa AS berpotensi kembali memberlakukan blokade atau melanjutkan aksi militer apabila perundingan gagal mencapai hasil yang diharapkan.
Salah satu isu yang masih menjadi perdebatan adalah durasi moratorium pengayaan nuklir Iran. Pemerintah Iran mengusulkan masa lima tahun, sementara AS menginginkan hingga 20 tahun. Sejumlah sumber memperkirakan kompromi dapat dicapai pada kisaran 12 hingga 15 tahun.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dan Bendera Iran. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) (Antara)