Ntvnews.id, Beijing - Pengadilan Militer China menjatuhkan vonis hukuman mati dengan penangguhan selama dua tahun kepada dua mantan Menteri Pertahanan, Wei Fenghe dan Li Shangfu, dalam kasus korupsi.
Vonis tersebut berarti keduanya tidak langsung dieksekusi dan diberikan masa percobaan selama dua tahun sebelum hukuman selanjutnya ditentukan.
"Dua mantan menteri pertahanan China, Wei Fenghe dan Li Shangfu, sama-sama dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun atas tuduhan korupsi," demikian laporan kantor berita China, Xinhua, dikutip Jumat, 8 Mei 2026.
Dalam putusan itu, pengadilan menyatakan hukuman mati dapat diubah menjadi penjara seumur hidup apabila selama masa penangguhan keduanya menunjukkan perilaku baik dan tidak melakukan pelanggaran.
"Putusan pengadilan menyatakan tidak akan ada lagi pengurangan hukuman atau pembebasan bersyarat yang diizinkan setelah hukuman mereka dikurangi menjadi penjara seumur hidup sesuai dengan hukum usai masa penangguhan selama dua tahun berakhir," lanjut laporan tersebut.
Wei dan Li menjalani proses hukum secara terpisah. Wei dinyatakan bersalah karena menerima suap, sementara Li terbukti menerima sekaligus menawarkan suap.
Baca Juga: Kementrans Kirim 36 Peserta ke China untuk Pelajari Pengentasan Kemiskinan
Selain vonis pidana, pengadilan juga mencabut hak politik keduanya seumur hidup serta menyita seluruh aset pribadi mereka.
Wei Fenghe kini berusia 72 tahun dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan China pada periode 2018 hingga 2023. Sementara itu, Li Shangfu menggantikannya, namun hanya bertahan kurang dari delapan bulan di posisi tersebut.
Nama Li sempat menjadi perhatian publik pada 2023 setelah menghilang dari ruang publik. Saat itu, sejumlah pejabat China menduga Li ditempatkan dalam tahanan rumah terkait dugaan korupsi.
Ilustrasi Korupsi (pixabay)
Pada tahun yang sama, Komisi Anti Korupsi China memulai penyelidikan terhadap Wei dan Li atas tuduhan korupsi.
Kasus ini kemudian memicu langkah besar Presiden Xi Jinping dalam merombak struktur militer China guna memberantas praktik korupsi dan memperkuat loyalitas di tubuh angkatan bersenjata.
Selain memberhentikan Wei dan Li, Xi juga melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap jajaran elite Pasukan Roket China setelah muncul penyelidikan korupsi di unit tersebut.
Bendera China (Istimewa)