A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Israel Deportasi Dua Aktivis Armada Kemanusiaan Menuju Gaza - Ntvnews.id

Israel Deportasi Dua Aktivis Armada Kemanusiaan Menuju Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 09:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Peta Gaza Palestina Peta Gaza Palestina (BBC)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Israel mendeportasi dua aktivis asing yang sebelumnya ditangkap dari armada kapal kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza. Kedua aktivis tersebut adalah Saif Abu Keshek dan Thiago Avila.

Dilansir dari AFP, Senin, 11 Mei 2026, Keshek dan Avila berada di atas kapal bersama puluhan aktivis lain ketika armada mereka dicegat militer Israel di perairan internasional dekat pantai Yunani pada 30 April lalu.

Setelah dicegat, kedua aktivis tersebut ditangkap dan dibawa ke Israel untuk menjalani interogasi. Sementara aktivis lainnya dibawa ke Pulau Kreta, Yunani, sebelum akhirnya dibebaskan.

"Saif Abu Keshek dan Thiago Avila, dari armada kapal yang melakukan provokasi, dideportasi hari ini dari Israel," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel melalui platform X.

Pemerintah Israel menyatakan tindakan penangkapan dilakukan untuk menegakkan blokade yang diberlakukan terhadap Gaza.

"(Israel) Tidak akan mengizinkan pelanggaran apa pun," ujarnya.

Baca Juga: 8 Ribu Jenazah Diduga Masih Tertimbun di Gaza, Pembersihan Puing Bisa Makan Waktu 7 Tahun

Penahanan kedua aktivis tersebut memicu reaksi internasional. Pemerintah Spanyol, Brasil, dan United Nations mendesak Israel segera membebaskan keduanya.

Sebelumnya, pengadilan Israel menolak permohonan banding yang diajukan untuk menentang penahanan kedua aktivis tersebut.

Kelompok hak asasi manusia Adalah yang mendampingi Keshek dan Avila mengecam tindakan Israel terhadap keduanya.

"Mulai dari penculikan mereka di perairan internasional hingga penahanan ilegal mereka dalam isolasi total dan perlakuan buruk yang mereka alami, tindakan otoritas Israel merupakan serangan hukuman terhadap misi sipil murni," kata Adalah.

"Penggunaan penahanan dan interogasi terhadap aktivis dan pembela hak asasi manusia adalah upaya yang tidak dapat diterima untuk menekan solidaritas global dengan warga Palestina di Gaza," sambungnya.

x|close