Ntvnews.id, Jakarta - Detik-detik penyerangan brutal yang diduga dilakukan kawanan geng motor kembali meneror warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang bocah berusia 13 tahun berinisial H harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah menjadi korban pembacokan di Jalan Abu Bakar Lambogo pada Minggu (10/5/2026) dinihari.
Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 01.00 WITA di kawasan perbatasan Kelurahan Maradekaya dan Kelurahan Maradekaya Selatan, Kecamatan Makassar. Aksi para pelaku bahkan sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Dalam rekaman CCTV, terlihat sejumlah pemotor datang secara berboncengan sambil menggeber knalpot. Suasana di lokasi yang sebelumnya dipenuhi remaja yang sedang berkumpul mendadak berubah panik. Para remaja berhamburan menyelamatkan diri saat kelompok tersebut mendekat.
Baca Juga: Israel Deportasi Dua Aktivis Armada Kemanusiaan Menuju Gaza
Di tengah kepanikan itu, H bernasib nahas. Saat mencoba melarikan diri, korban terjatuh dan langsung menjadi sasaran penyerangan. Salah seorang pelaku yang mengenakan hoodie putih dan penutup wajah tampak mengayunkan senjata tajam menyerupai parang ke arah korban.
Tak berhenti di situ, kelompok tersebut juga mengamuk di lokasi. Sejumlah sepeda motor yang terparkir dirusak. Dalam rekaman CCTV lainnya, seorang pelaku bahkan terlihat mengejar warga sambil membawa panah busur.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut para pelaku datang menggunakan sekitar lima unit sepeda motor dan langsung menyerang para remaja yang sedang nongkrong di pinggir jalan.
"Telah terjadi penyerangan sekelompok pemotor sekitar lima unit sepeda motor berboncengan tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap anak remaja yang sementara nongkrong di pinggir jalan," kata Wahiduddin kepada wartawan, Minggu (10/5/2026).
Akibat penyerangan itu, korban mengalami luka tebas di bagian punggung setelah terkena sabetan senjata tajam. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, para pelaku diduga membawa parang dan panah busur saat melancarkan aksinya.
"Informasi dari saksi di TKP pelaku menggunakan senjata tajam jenis parang, ada juga menggunakan panah busur," ujarnya.
Baca Juga: Ricuh Usai Persib Kalahkan Persija, Suporter Bentrok di Purwakarta
Polisi kini telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Sementara pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparat gabungan Satreskrim, Polsek, dan Jatanras Polrestabes Makassar.
"Sudah ada yang diamankan satu orang dan pelaku lain kita berusaha mencari dan mendalami kejadian ini untuk diungkap semua pelakunya," ungkap Wahiduddin.
Pihak kepolisian juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari. Sebab, korban maupun para pelaku diketahui masih berusia di bawah umur.
"Kepada seluruh orang tua untuk bekerja sama mengantisipasi, bekerjasama mengawasi anak anak remaja kita apalagi ini pelaku-pelakunya di bawah umur. Korban juga di bawah umur tentu kita melihat anak remaja ini kemana saja kalau malam sehingga pengawasan keluarga tentu itu sangat kita butuhkan," tutupnya.
Baca Juga: Bentrok Suporter Persib dan Persija Pecah di Bogor, 2 Orang Luka-luka
Sementara itu, Ketua RT 06 Kelurahan Maradekaya Selatan, Siti Nurhayati (46), mengungkapkan sebelum penyerangan terjadi, para remaja di lokasi hanya duduk berkumpul dan berbincang di pinggir jalan.
"Ini anak-anak nongkrong, tapi tidak ngapa-ngapain, mereka cuman ngobrol. Tiba-tiba sekitar pukul 01.06, ada empat motor berboncengan dari arah kanal langsung geber-geber, langsung bawa parang," ungkap Nurhayati.
Menurutnya, sebagian remaja berhasil melarikan diri saat kelompok pemotor datang menyerang. Namun korban H terjatuh dari motor hingga akhirnya menjadi sasaran pembacokan yang menyebabkan luka serius di bagian punggung.
"Ini anak-anak ada beberapa kabur, sementara ini anak (H) terjebak jatuh di motor ditebas di punggung saya lihat di video sampai pantatnya. Sekarang sudah di RS Daya," tambahnya.
Nurhayati berharap aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku dan memberikan hukuman tegas agar aksi serupa tidak kembali meresahkan warga.
"Kalau bisa polisi segera usut tuntas, kasih efek jera," harapnya.
Remaja Ditebas Parang di Makassar (Instagram)