Iran Tuntut AS Cabut Blokade dan Cairkan Aset dalam Proposal Perdamaian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 20:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Iran menyatakan respons terhadap proposal damai Amerika Serikat mencakup tuntutan penghentian blokade AS serta pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan tuntutan tersebut dianggap sah oleh pemerintah Iran di tengah upaya penyelesaian konflik yang berlangsung.

“Tuntutan kami sah. Kami menuntut penghentian perang, diakhirinya blokade dan pembajakan, serta pencairan aset Iran yang dibekukan secara tidak adil di bank-bank akibat tekanan AS,” kata Baghaei dalam konferensi pers, Senin, 11 Mei 2026.

Selain itu, Iran juga meminta adanya jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz serta pembentukan stabilitas keamanan di kawasan dan Lebanon.

Baca Juga: Iran Tolak Proposal Damai AS, Sebut Tuntutan Washington Berlebihan

Baghaei menambahkan bahwa Iran tidak menutup kemungkinan menggelar pembicaraan lebih lanjut dengan Amerika Serikat terkait isu nuklir pada masa mendatang.

“Pada tahap saat ini, perhatian kami tertuju pada penghentian perang. Keputusan terkait isu nuklir, material nuklir Iran, pengayaan uranium, dan opsi lain akan kami bahas pada waktunya,” ujarnya.

Konflik memanas setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.

Pada 7 April, Washington dan Teheran kemudian mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan sebagai upaya meredakan ketegangan.

Baca Juga: Penolakan Trump atas Syarat Perdamaian, Iran: Tidak Penting

Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad dilaporkan berakhir tanpa kesepakatan. Presiden AS Donald Trump selanjutnya memperpanjang penghentian permusuhan guna memberi kesempatan kepada Iran untuk menyusun “proposal terpadu.”

(Sumber: Antara)

x|close