A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Ledakan Beruntun Saat Kebakaran Gudang di Kalideres Diduga Berasal dari Bahan Kimia dan Gas - Ntvnews.id

Ledakan Beruntun Saat Kebakaran Gudang di Kalideres Diduga Berasal dari Bahan Kimia dan Gas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 07:29
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kebakaran sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5/2026) malam. ANTARA/Risky Syukur Kebakaran sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5/2026) malam. ANTARA/Risky Syukur (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ledakan beruntun yang terjadi dalam kebakaran sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin malam, diduga berasal dari banyaknya botol berisi bahan kimia dan gas yang tersimpan di dalam bangunan.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan botol-botol tersebut tersambar api hingga memicu ledakan saat proses kebakaran berlangsung.

"Ternyata gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner. Awal-awal memang banyak sekali ledakan," kata Syaiful kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin malam, 11 Mei 2026.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Pabrik Kayu di Ciputat

Menurut dia, ledakan tersebut menyebabkan sejumlah botol terlontar ke udara. Kondisi itu membuat petugas mewaspadai kemungkinan adanya kandungan gas beracun dalam asap kebakaran, sehingga petugas pemadam diwajibkan menggunakan alat bantu pernapasan saat melakukan pemadaman.

"Kalau dilihat, banyak lontaran-lontaran benda seperti botol parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas. Asapnya juga kita belum tahu mengandung bahan kimia atau racun apa. Oleh karena itu, anggota yang masuk ke dalam wajib memakai alat bantu pernapasan," ujar Syaiful.

Selain menghadapi potensi bahan kimia berbahaya, proses pemadaman juga sempat terkendala terbatasnya jalur pasokan air menuju lokasi kebakaran.

"Walaupun ada hambatan terkait pasokan air, mudah-mudahan tidak tersendat lagi, karena kita hanya punya satu jalur suplai air di sisi selatan," ujarnya.

Hingga saat ini, pihak pemadam kebakaran belum dapat memastikan apakah seluruh gudang yang terbakar berada dalam satu kepemilikan atau dimiliki pihak berbeda.

Baca Juga: Polisi Pastikan Anggota BPK Haerul Saleh Meninggal karena Kebakaran Bukan Penyebab Lain

Meski demikian, Syaiful memastikan belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa," papar Syaiful.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB, api mulai menyusut namun asap tebal masih terlihat membumbung tinggi ke udara. Suara dentuman dan kilatan cahaya yang diduga berasal dari korsleting listrik juga masih tampak dari area kebakaran.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Ngeri, Pesawat Terbakar Saat Mendarat di Nepal

Luar Negeri Selasa, 12 Mei 2026 | 08:45 WIB

Parlemen Filipina Setujui Pemakzulan Wapres Sara Duterte

Luar Negeri Selasa, 12 Mei 2026 | 08:40 WIB

Trump: Gencatan Senjata Iran di Ambang Kritis

Luar Negeri Selasa, 12 Mei 2026 | 08:30 WIB

Arab Saudi dan Rusia Resmi Berlakukan Bebas Visa

Luar Negeri Selasa, 12 Mei 2026 | 08:20 WIB

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal di Blok M Square

News Selasa, 12 Mei 2026 | 08:12 WIB

Myanmar Keluhkan Sikap ASEAN yang Kucilkan Negaranya

Luar Negeri Selasa, 12 Mei 2026 | 08:10 WIB

Hari Ini DPR Gelar Rapat Paripurna

News Selasa, 12 Mei 2026 | 08:01 WIB
Load More
x|close