Ntvnews.id, Jakarta - Penemuan 11 bayi berusia satu hingga 10 bulan di sebuah rumah di Kelurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, mengungkap fakta mengejutkan. Bayi-bayi tersebut diketahui mayoritas merupakan hasil hubungan di luar pernikahan dan selama ini dititipkan kepada seorang bidan berinisial ORP.
Kasus ini terungkap setelah warga menaruh curiga terhadap aktivitas di rumah orang tua ORP. Polisi bersama Dinas Sosial kemudian mendatangi lokasi pada Jumat (8/5) dan menemukan belasan bayi berada di dalam rumah tersebut.
Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito, menegaskan rumah itu bukan tempat penitipan anak atau daycare. Dari total 11 bayi yang ditemukan, tiga di antaranya sempat mengalami gangguan kesehatan.
"Indikasi (sakit) baru pemeriksaan awal dari Puskesmas," katanya melalui sambungan telepon, Sabtu (9/5).
Baca Juga: BGN Hentikan Sementara 240 SPPG karena Belum Penuhi Standar
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menjelaskan, tiga bayi tersebut mengalami kondisi kesehatan yang berbeda-beda. Satu bayi diketahui mengidap penyakit jantung bawaan, sementara dua lainnya mengalami sakit kuning dan hernia.
"Yang pertama kemarin penyakit jantung bawaan, (yang bayi kedua) sakit kuning, dan hernia. Namun, yang hernia dan kuning ini sekarang sudah dalam keadaan normal. Dan yang untuk jantung bawaan, mungkin nanti itu akan ada tindak lanjut lebih," kata Wiwit, Senin (11/5).
Saat ini ketiga bayi tersebut masih menjalani perawatan di RSUD Sleman. Sementara dua bayi lainnya sudah diambil oleh orang tuanya masing-masing, sedangkan enam bayi lain dirawat oleh Dinas Sosial.
Polisi mengungkap mayoritas bayi yang ditemukan merupakan anak hasil hubungan gelap atau di luar nikah. Orang tua bayi berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari mahasiswi hingga perempuan yang sudah bekerja.
"Untuk bayi ini mayoritas memang, terus terang, (hasil) di luar pernikahan," kata Wiwit di Polresta Sleman, Senin (11/5).
Baca Juga: 6 Rumah Terbakar Hebat di Cengkareng, Ayah dan 2 Balita Terjebak
Menurut polisi, para ibu melahirkan di tempat praktik ORP di Kapanewon Gamping, Sleman. Setelah persalinan, bayi kemudian dititipkan kepada bidan tersebut dengan biaya penitipan sebesar Rp 50 ribu per hari.
"Awalnya hanya satu orang yang melahirkan di sana. Kemudian si ibunya yang pertama itu menitipkan kepada bidan tersebut, mungkin karena alasan kemanusiaan dan alasan tertentu dari yang menitipkan itu, bisa diterima oleh bidan itu," katanya.
Penitipan bayi itu kemudian terus berkembang hingga jumlahnya mencapai 11 bayi. Para ibu memiliki alasan berbeda-beda saat menitipkan anak mereka, mulai dari kesibukan bekerja hingga masih menjalani kuliah.
"Tapi berkembang, dari hal itu berkembang sampai ke 10 yang lainnya. Melahirkan di sana, dan ini menitipkannya dengan alasan-alasan, ada yang bekerja, ada yang masih mahasiswa," katanya.
Ilustrasi Bayi (Istimewa)