A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Iran Ultimatum AS: Terima Proposal 14 Poin atau Hadapi Kegagalan Total - Ntvnews.id

Iran Ultimatum AS: Terima Proposal 14 Poin atau Hadapi Kegagalan Total

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) agar menerima syarat dalam proposal 14 poin yang diajukan Teheran, atau menghadapi kegagalan dalam proses penyelesaian konflik yang sedang berlangsung.

Dilansir dari AFP, Rabul 13 Mei 2026, pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal balasan dari Iran yang disebutnya sebagai “bodoh” dan “sampah”. Trump juga menilai gencatan senjata antara AS dan Iran yang berlaku sejak awal April berada dalam kondisi kritis.

Menanggapi hal itu, Ghalibaf menegaskan bahwa Washington harus mengakui “hak-hak” Iran apabila ingin mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari dua bulan, di tengah mandeknya perundingan damai setelah putaran awal tidak menghasilkan terobosan.

"Tidak ada alternatif lainnya, selain menerima hak-hak rakyat Iran, sebagaimana diuraikan dalam proposal 14 poin. Pendekatan lainnya akan sepenuhnya tidak membuahkan hasil; hanya kegagalan demi kegagalan," tegas Ghalibaf dalam pernyataan melalui media sosial X.

Baca Juga: Emosi Gegara Sindiran Paman, Pria di Tangsel Nekat Bongkar Makam Ibunya Sendiri

"Semakin lama itu berlarut-larut, semakin banyak pembayar pajak Amerika yang akan menanggungnya," cetus Ghalibaf yang juga disebut sebagai salah satu tokoh penting dalam negosiasi dengan AS.

Iran menegaskan tidak akan mundur dalam menghadapi tekanan AS, dengan sejumlah pejabat militer Teheran memperingatkan kesiapan untuk merespons setiap serangan baru dari Washington.

Di sisi lain, langkah Iran membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dan gas dunia, telah mengguncang pasar global. AS kemudian merespons dengan kebijakan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan di Iran.

Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py.) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Rincian proposal perdamaian yang diajukan AS sejauh ini belum sepenuhnya dipublikasikan. Namun sejumlah laporan menyebutkan bahwa rencana tersebut berupa nota kesepahaman satu halaman yang bertujuan menghentikan konflik dan membuka kerangka negosiasi terkait program nuklir Iran.

Sementara itu, proposal balasan Iran menurut Kementerian Luar Negeri Teheran mencakup tuntutan penghentian perang di berbagai wilayah, termasuk Lebanon, penghentian blokade laut AS, serta pencairan aset Iran yang dibekukan akibat sanksi internasional.

Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai apa yang ditawarkan Iran sebagai timbal balik dalam proposal tersebut.

x|close