A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Cak Imin Optimistis Target 0% Kemiskinan Ekstrem Tercapai di Akhir 2026 - Ntvnews.id

Cak Imin Optimistis Target 0% Kemiskinan Ekstrem Tercapai di Akhir 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 07:03
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin optimistis target 0% kemiskinan ekstrem pada akhir 2026 dapat tercapai. Cak Imin juga optimistis tercapainya target kemiskinan dapat ditekan hingga 5% pada 2029.

Keyakinan itu disampaikan Cak Imin seusai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

"Kita optimis dan yakin kemiskinan ekstrem pada 2026 0% dan kemiskinan 5% di 2029," kata Cak Imin.

Cak Imin menjelaskan, berdasarkan data, tingkat kemiskinan pada 2024 mencapai 8,57%. Angka itu turun menjadi 8,25% pada 2025. Sementara, untuk angka kemiskinan ekstrem pada 2025 berada di angka 0,78%. Angka itu terus turun hingga saat ini di angka 0,38%.

Untuk mencapai target itu, pemerintah telah memetakan 88 kabupaten/kota yang menjadi prioritas pengentasan kemiskinan. Puluhan kabupaten dan kota itu menjadi fokus kementerian dan lembaga.

Baca Juga: Cak Imin Pastikan Penerima Bansos yang Terlibat Judol Akan Dicoret

Dalam kesempatan ini, Cak Imin mengatakan, pemerintah telah mengucurkan anggaran Rp 508,2 triliun dari APBN untuk perlindungan sosial, baik bersifat bantuan sosial (bansos) tunai, program keluarga harapan (PKH), maupun bantuan iuran jaminan sosial.

Pemerintah, katanya, terus berupaya mengintegrasikan agar seluruh bansos kita melalui kemensos tepat sasaran dengan memperbarui data tunggal sosial ekonomi (DTSEN). Hal itu sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto agar setiap bantuan yang disalurkan kepada masyarakat berpijak pasa DTSEN.

"Berdasarkan perintah Presiden hari ini seluruh kementerian/ lembaga supaya konsisten berbijak pada data tunggal sosial ekonomi dalam menyalurkan seluruh program peemrintah," katanya.

x|close