A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

RI Hadirkan Narasi Maritim Nusantara Abad ke-15 di Panggung Internasional - Ntvnews.id

RI Hadirkan Narasi Maritim Nusantara Abad ke-15 di Panggung Internasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Mei 2026, 22:25
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Pameran bertajuk Pameran bertajuk

Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia kembali menunjukkan kiprahnya di panggung seni internasional melalui partisipasi dalam Venice Biennale 2026 lewat pameran bertajuk "Printing the Unprinted", yang digelar di Scuola Internazionale di Grafica, Venesia, Italia.

Pameran ini mengangkat narasi besar pelayaran Nusantara abad ke-15 sekaligus memperkenalkan kembali sejarah maritim Indonesia kepada publik dunia. Kehadiran Paviliun Indonesia dalam ajang seni bergengsi ini menjadi ruang penting untuk memperlihatkan bahwa Nusantara sejak lama memiliki tradisi pelayaran, kemampuan navigasi, dan hubungan budaya lintas bangsa yang berkembang jauh sebelum era modern.

"Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Danantara Indonesia Trust Fund, MTN Seni Budaya, dan Negeri Elok dengan kurator Aminudin TH Siregar," dikutip dari akun Instagram @voxpopular.id, Kamis, 14 Mei 2026.

Melalui karya seni cetak grafis yang ditampilkan, para seniman Indonesia menghidupkan kembali kisah perjalanan pelaut Nusantara selama 14 tahun pada periode 1472 hingga 1486.

Bersumber dari akun Instagram @voxpopular.id itu, narasi menggambarkan bagaimana pelaut Nusantara pernah membawa pulang bibit apel Alpen ke tanah Batak sebagai simbol pertukaran pengetahuan dan komoditas antarwilayah dunia.

Kisah lain yang diangkat juga memperlihatkan momen interaksi budaya ketika pelaut Indonesia mencicipi keju Italia, sementara masyarakat Venesia terpikat oleh tekstur dan keindahan kain ulos khas Nusantara. Narasi ini memperlihatkan bahwa hubungan antara Nusantara dan dunia internasional telah terjalin sejak berabad-abad lalu melalui jalur pelayaran dan perdagangan.

Pameran 'Printing the Unprinted' tidak hanya menampilkan karya seni visual, tetapi juga membangun pembacaan ulang terhadap posisi Nusantara dalam sejarah global.

Pameran bertajuk Pameran bertajuk

Melalui pendekatan artistik kontemporer, para seniman mencoba menempatkan Indonesia bukan sekadar sebagai penonton dalam perjalanan sejarah dunia, melainkan sebagai bagian aktif yang turut membentuk peradaban maritim internasional. Kehadiran karya-karya tersebut sekaligus menjadi refleksi atas kekayaan budaya Indonesia yang lahir dari tradisi pelayaran, pertukaran gagasan, hingga pertemuan antarmasyarakat lintas kawasan.

Pameran ini juga menghadirkan karya kolektif dari tujuh seniman Indonesia, yakni Agus Suwage, Syahrizal Pahlevi, Nurdian Ichsan, R.E. Hartanto, Theresia Agustina Sitompul, Mariam Sofrina, dan Rusyan Yasin. Kolaborasi tersebut menghadirkan interpretasi artistik yang mempertemukan sejarah, identitas budaya, dan perspektif kontemporer dalam satu narasi besar mengenai kejayaan maritim Nusantara.

x|close