Trump Beri Sinyal Operasi Militer AS terhadap Iran Masih Berlanjut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 16:50
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, 

Washington - Presiden Donald Trump memberi sinyal bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran masih akan berlanjut meskipun tidak menjelaskan lebih lanjut terkait langkah berikutnya.

“Amerika Serikat telah menunjukkan kepada dunia selama 16 bulan luar biasa pemerintahan Trump, yang mencakup pasar saham dan dana pensiun 401K pada level tertinggi sepanjang masa, kemenangan militer dan hubungan yang berkembang di Venezuela, penghancuran militer Iran (bersambung!),” tulis Trump melalui platform Truth Social. 

Baca Juga: Jepang Pantau Pertemuan Trump-Xi di Tengah Kekhawatiran soal Taiwan

Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran.

Konflik tersebut kemudian diikuti pengumuman gencatan senjata oleh Washington dan Teheran pada 7 April 2026. 

Meski demikian, ketegangan kedua negara belum sepenuhnya mereda.

Amerika Serikat masih menerapkan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran, sementara Iran memberlakukan aturan transit khusus bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Baca Juga: Rupiah Jumat Sempat Terpuruk ke Rp17.600 per Dolar AS Imbas Ketegangan Iran-AS

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memperingatkan agar tidak ada lagi serangan terhadap negaranya dan menilai langkah militer tambahan tidak akan efektif.

Sementara itu, laporan media dan pejabat militer AS menunjukkan adanya perbedaan narasi terkait status operasi terhadap Iran.

Pemerintahan Trump sebelumnya sempat menyatakan “hostilities” atau permusuhan telah berakhir, namun Trump juga beberapa kali menegaskan bahwa operasi belum sepenuhnya selesai. 

(Sumber: Antara)

x|close