Ntvnews.id, Mataram - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat jumlah wisatawan yang melakukan pendakian ke Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencapai 1.505 orang selama libur panjang pertengahan Mei 2026.
Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNGR NTB Astekita mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi pendaki sejak Kamis, 14 Mei 2026 hingga Sabtu, 16 Mei 2026, yang terdiri dari wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Jumlah wisatawan di Gunung Rinjani pada libur panjang mulai tanggal 14-16 Mei 2026 mencapai 1.505 pendaki baik wisatawan lokal maupun mancanegara," kata Kepala Subbagian Tata Usaha pada Balai TNGR NTB Astekita di Mataram, Minggu, 17 Mei 2026.
Baca Juga: Geopark Rinjani-Lombok Pertahankan Status UNESCO Global Geopark, Raih Green Card Kedua
Ia menjelaskan, pada Kamis, 14 Mei 2026 jumlah wisatawan yang mendaki tercatat sebanyak 587 orang.
Kemudian pada Jumat, 15 Mei 2026 sebanyak 453 orang, dan Sabtu, 16 Mei 2026 mencapai 466 orang.
"Jadi total jumlah wisatawan pada libur panjang itu terdiri dari 965 wisatawan lokal dan 540 wisatawan mancanegara," katanya.
Astekita menambahkan, para wisatawan tersebut melakukan pendakian melalui sejumlah jalur resmi menuju Gunung Rinjani, di antaranya jalur Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, hingga Aik Berik.
Menurut dia, jumlah kunjungan wisatawan selama libur panjang mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya.
"Jika dibandingkan dengan data pengunjung pada pekan lalu yang mencapai 1.216 orang, kunjungan wisatawan pada saat long weekend ini mengalami peningkatan," katanya.
Sementara itu, Kepala Balai TNGR NTB Budhy Kurniawan mengatakan pihaknya saat ini tengah membangun fasilitas rest shelter di jalur pendakian Gunung Rinjani sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para pendaki.
Baca Juga: Jalur Pendakian Rinjani Dibuka Mulai April 2026
"Shelter ini dirancang dengan struktur yang kokoh, desain ergonomis, serta akan dilengkapi panel surya untuk mendukung kebutuhan energi ramah lingkungan di jalur pendakian," katanya.
Budhy menjelaskan rest shelter tersebut nantinya diharapkan menjadi tempat singgah yang aman bagi pendaki untuk beristirahat, berlindung dari cuaca ekstrem, hingga memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak.
Menurutnya, fasilitas tersebut bukan sekadar tempat berteduh, melainkan bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman pendakian yang lebih baik tanpa mengabaikan kelestarian alam Gunung Rinjani.
"Mari bersama menjaga fasilitas yang dibangun, menjaga kebersihan jalur, dan terus mencintai Rinjani dengan tindakan nyata," katanya.
(Sumber: Antara)
Danau Segera Anak di kawasan Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA/HO-Balai TNGR NTB. (Antara)