Kemlu Konfirmasi Seluruh WNI Peserta Flotilla Gaza Ditangkap Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 12:40
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapal-kapal yang tergabung dalam 'Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission' berangkat dari marina di Augusta, di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. Armada yang berjumlah total 65 kapal ini berlayar ke Laut Mediterania untuk menerobos blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan. Banyak bendera Palestina terlihat berkibar di tiang-tiang kapal saat kapal-kapal tersebut meninggalkan pelabuhan secara berurutan. ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri. (ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri) Kapal-kapal yang tergabung dalam 'Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission' berangkat dari marina di Augusta, di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. Armada yang berjumlah total 65 kapal ini berlayar ke Laut Mediterania untuk menerobos blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan. Banyak bendera Palestina terlihat berkibar di tiang-tiang kapal saat kapal-kapal tersebut meninggalkan pelabuhan secara berurutan. ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri. (ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan flotilla menuju Jalur Gaza telah ditangkap pasukan Zionis Israel setelah kapal mereka dicegat di perairan internasional.

“Berdasarkan informasi terkini, 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” kata Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Kemlu RI bersama sejumlah perwakilan Indonesia di kawasan disebut terus melakukan komunikasi intensif dengan otoritas terkait guna memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman dan mendapatkan perlindungan.

Di antara sembilan WNI tersebut terdapat tiga wartawan media nasional yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Baca Juga: Global Sumud Flotilla Sebut Israel Masih Serang Armada Bantuan Menuju Gaza

Nabyl menegaskan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran tengah dimaksimalkan untuk memastikan perlindungan penuh bagi para WNI tersebut.

“Indonesia mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan,” ujar Nabyl.

Sebelumnya, Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyampaikan bahwa situasi di lapangan masih sangat dinamis setelah lima WNI pertama dilaporkan ditangkap pada Senin, 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Roma, Amman, dan Istanbul telah disiagakan untuk menangani proses perlindungan WNI yang ditangkap.

Baca Juga: Ibu Jurnalis Thoudy Badai Ungkap Kontak Terakhir Sebelum Diduga Ditawan Tentara Israel

Perwakilan RI juga siap menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) apabila paspor para relawan disita, serta memberikan dukungan medis jika diperlukan.

Indonesia turut mengutuk tindakan militer Israel yang mencegat kapal bantuan kemanusiaan dan menangkap para relawan internasional, termasuk sejumlah WNI.

Menurut Kemlu RI, insiden tersebut kembali menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional, terutama terkait kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza.

(Sumber: Antara)

x|close