Rosan Roeslani Tegaskan Fokus Investasi Jangka Panjang di Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 09:20
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis 21 Mei 2026. (ANTARA/Bayu Saputra) Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis 21 Mei 2026. (ANTARA/Bayu Saputra) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan bahwa pihaknya tetap memprioritaskan target investasi jangka panjang, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah mengalami tekanan akibat berbagai sentimen pasar, termasuk isu pembentukan BUMN khusus ekspor.

Pernyataan tersebut disampaikan Rosan di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026, saat ditemui wartawan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

“Kalau investasi kan kita lihatnya pendekatan jangka panjang ya,” kata Rosan di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.

Menurut Rosan, koreksi IHSG tidak dapat dilihat hanya dari satu faktor.

Baca Juga: Danantara Sebut Koreksi IHSG Dipicu Ketidakpastian soal DSI

Ia menjelaskan bahwa pasar modal juga masih tertekan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index.

Meski demikian, Rosan menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.

Ia juga menyoroti kinerja perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Jakarta yang masih solid dengan imbal hasil (yield) di kisaran 10–11 persen.

Ia menegaskan bahwa tekanan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal dan persepsi.

“Ada faktor teknikal dan persepsi, tapi kalau kita lihat fundamentalnya, insya Allah fundamental (ekonomi Indonesia) bagus. Persepsi yang di pasar kan semuanya juga sedang tertekan. Yang penting secara menengah ke depannya, long run-nya, itu akan baik,” ujar Rosan.

IHSG di Jakarta pada perdagangan Kamis sore tercatat melemah 223,56 poin atau 3,54 persen ke level 6.094,94.

Tekanan ini disebut turut dipengaruhi rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui BUMN ekspor.

Pelaku pasar domestik maupun asing juga merespons rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA), termasuk pengaturan BUMN sebagai eksportir tunggal untuk sejumlah komoditas strategis di Indonesia.

Baca Juga: OJK Sebut Pelemahan IHSG Pascarebalancing MSCI Masih Wajar

Selain itu, pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN khusus ekspor juga menjadi sorotan pasar.

Perusahaan ini berada di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan akan menangani ekspor komoditas seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, hingga paduan besi (ferro alloy).

Kebijakan tersebut juga dikaitkan dengan upaya penertiban praktik kurang bayar (underinvoicing) yang disebut berpotensi merugikan negara hingga Rp15.400 triliun selama 34 tahun.

(Sumber: Antara)

x|close