Ntvnews.id, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara kembali memperketat kebijakan masuk bagi wisatawan asing. Dalam aturan terbaru, negara tersebut resmi melarang warga negara Amerika Serikat yang memiliki kewarganegaraan ganda untuk memasuki wilayahnya, meskipun mereka bepergian menggunakan paspor dari negara lain.
Sebelumnya, warga AS memang telah dilarang melakukan perjalanan wisata ke Korea Utara. Namun, sebagian di antaranya masih dapat mengunjungi negara tersebut dengan menggunakan paspor non-Amerika yang mereka miliki. Kini, celah tersebut telah ditutup sepenuhnya.
Kebijakan terbaru itu dikonfirmasi oleh agen perjalanan Young Pioneer Tours (YPT) melalui pernyataan yang dirilis pada 17 Juni 2026.
"Pada 17 Juni 2026, Young Pioneer Tours mengonfirmasi melalui mitra kami bahwa warga negara Amerika yang memiliki kewarganegaraan ganda kini dilarang memasuki Korea Utara, terlepas dari paspor mana yang akan mereka gunakan untuk bepergian," tulis YPT, seperti dilansir dari The Travel, Senin, 29 Juni 2026.
YPT menjelaskan bahwa aturan tersebut berlaku untuk seluruh jenis kunjungan, mulai dari perjalanan wisata, urusan bisnis, hingga kegiatan olahraga. Otoritas Korea Utara juga akan memeriksa status kewarganegaraan pemohon selama proses pengajuan visa.
Baca Juga: Xi Jinping dan Kim Jong Un Perkuat Hubungan China-Korea Utara, Tak Bahas Soal Nuklir
"Aturan ini berlaku segera dengan pemohon akan diperiksa apakah memiliki kaitan dengan kewarganegaraan Amerika selama proses persetujuan visa. Individu yang diketahui memiliki kewarganegaraan Amerika bersama paspor lain tidak lagi diizinkan masuk," lanjut YPT.
Langkah ini semakin memperketat akses wisata ke Korea Utara yang memang telah dibatasi dalam beberapa tahun terakhir. Negara itu menutup perbatasannya bagi wisatawan asing sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020.
Meski sempat membuka kembali akses terbatas menuju Kawasan Ekonomi Khusus Rason yang berbatasan dengan China dan Rusia pada Februari 2025, kebijakan tersebut hanya berlangsung sekitar dua pekan sebelum kembali dihentikan tanpa penjelasan resmi.
Di sisi lain, Korea Utara beberapa kali menunjukkan upaya untuk membangkitkan sektor pariwisatanya. Pada Juni 2025, pemerintah meresmikan kawasan resor pantai Wonsan-Kalma di pesisir timur yang diklaim memiliki kapasitas hingga 20.000 pengunjung.
Berdasarkan laporan kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA), Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, menyebut pembangunan resor tersebut sebagai salah satu pencapaian terbesar tahun itu sekaligus langkah awal yang membanggakan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Namun demikian, kebijakan terbaru ini kembali menegaskan bahwa akses bagi wisatawan asing ke Korea Utara masih sangat terbatas dan kerap mengalami perubahan.
Bendera Korea Utara (korut) (Istimewa)