Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah stasiun radio di Essex, Inggris, menyampaikan permintaan maaf setelah tanpa sengaja menyiarkan pengumuman keliru mengenai wafatnya Raja Charles III. Kesalahan itu dipicu gangguan sistem komputer yang secara tidak sengaja mengaktifkan prosedur khusus yang telah disiapkan media penyiaran Inggris untuk menghadapi kematian raja.
Insiden tersebut terjadi di Radio Caroline pada Selasa (19/5) sore waktu setempat. Akibat kesalahan pada sistem studio utama, prosedur darurat bertajuk “Wafatnya Raja” tiba-tiba aktif dan memunculkan pengumuman yang menyatakan Raja Charles III meninggal dunia.
“Karena kesalahan komputer pada studio utama kami, prosedur Wafatnya Raja, yang dipersiapkan oleh semua stasiun radio di Inggris dengan harapan tidak akan diperlukan, secara tidak sengaja diaktifkan pada Selasa (19/5) sore, yang secara keliru mengumumkan bahwa Yang Mulia Raja telah meninggal dunia,” kata manajer Radio Caroline, Peter Moore, dalam pernyataannya via Facebook.
Baca Juga: Kemenhut Integrasikan Kearifan Lokal dan Pemuda untuk Capai FOLU Net Sink 2030
Setelah pengumuman itu tersiar, Radio Caroline menghentikan siarannya sesuai prosedur yang berlaku. Pihak radio kemudian memulihkan program siaran dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pendengar.
“Radio Caroline kemudian menghentikan siaran sebagaimana mestinya, yang membuat kami harus memulihkan program dan menyampaikan permintaan maaf secara on-air,” sebutnya.
“Kami meminta maaf kepada Yang Mulia Raja dan kepada para pendengar kami atas segala keresahan yang ditimbulkan,” ucap Moore dalam pernyataannya.
Pihak radio tidak menjelaskan secara rinci berapa lama pengumuman keliru tersebut berlangsung sebelum disadari. Namun, pada Rabu (20/5) sore, rekaman siaran ulang untuk periode Selasa (19/5) pukul 13.58 hingga 17.00 waktu setempat tidak tersedia di situs resmi Radio Caroline.
Baca Juga: Infografik: Pemerintah Terapkan Ekspor SDA Satu Pintu Mulai Juni 2026
Kesalahan siaran itu terjadi ketika Raja Charles III bersama istrinya, Ratu Camilla, sedang menjalani kunjungan ke Irlandia Utara. Dalam agenda tersebut, pasangan kerajaan Inggris itu sempat bergabung dengan grup musik rakyat untuk sebuah pertunjukan.
Radio Caroline sendiri merupakan salah satu nama bersejarah dalam dunia penyiaran Inggris. Stasiun radio yang berdiri pada 1964 itu awalnya dikenal sebagai radio bajak laut yang mengudara dari kapal di lepas pantai Inggris.
Ketika pemerintah Inggris menerapkan undang-undang pada 1967 yang memaksa banyak radio bajak laut menghentikan operasi mereka, Radio Caroline tetap bertahan dan terus bersiaran secara tidak menentu hingga akhirnya mengakhiri siaran lepas pantai pada 1990. Setelah itu, Radio Caroline beralih menjadi stasiun radio berbasis darat dengan studio utama yang berada di Maldon, Essex.
Raja Charles III mengatakan kondisi kesehatannya makin membaik setelah mematuhi seluruh rangkaian pengobatan untuk penyakit kanker yang dideritanya. ANTARA/HO-Instagram-@theroyalfamily (Antara)