2 KRL Rangkasbitung Dilempari Batu, Kaca Jendela dan Pintu Pecah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 13:26
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Seorang petugas mengawasi kedatangan KRL di peron stasiun, sementara penumpang menunggu untuk naik. Seorang petugas mengawasi kedatangan KRL di peron stasiun, sementara penumpang menunggu untuk naik. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Aksi vandalisme terjadi pada layanan Commuter Line Rangkasbitung. Dua rangkaian KRL menjadi korban pelemparan batu oleh orang tidak bertanggung jawab pada Minggu malam, 24 Mei 2026. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah kaca pintu dan jendela kereta pecah hingga retak.

Peristiwa pelemparan KRL ini pun menuai perhatian serius dari KAI Commuter karena dinilai membahayakan keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan pihaknya sangat menyayangkan aksi vandalisme yang kembali terjadi di lintas Commuter Line Rangkasbitung.

"KAI Commuter sangat menyayangkan terjadinya tindak vandalisme berupa pelemparan terhadap rangkaian Commuter Line Rangkasbitung yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab," ujar Karina dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026.

Insiden pertama terjadi pada Commuter Line Rangkasbitung No. 1762 tujuan Stasiun Tigaraksa. Aksi pelemparan terjadi di lintas Daru-Tigaraksa sekitar pukul 19.20 WIB. Akibat kejadian tersebut, satu kaca jendela dan satu kaca pintu penumpang mengalami keretakan.

Aksi serupa kembali terjadi pada Commuter Line Rangkasbitung No. 1783 tujuan Stasiun Tanah Abang. Pelemparan terjadi di lintas Kebayoran-Palmerah sekitar pukul 19.44 WIB. Akibatnya, dua kaca di bagian pintu dan jendela pecah cukup parah.

Baca Juga: Lagi! Angkutan Umum Tertabrak KRL di Jabar

Ilustrasi- Penumpang menunggu kedatangan KRL Commuter Line Manggarai-Bogor di Stasiun Manggarai, Jakarta. <b>(Antara)</b> Ilustrasi- Penumpang menunggu kedatangan KRL Commuter Line Manggarai-Bogor di Stasiun Manggarai, Jakarta. (Antara)

Setelah menerima laporan, petugas keamanan dari Stasiun Tenjo dan Stasiun Kebayoran langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran area.

Petugas juga berupaya mencari pelaku pelemparan sekaligus memastikan jalur kereta tetap aman dilalui. Namun hingga pemeriksaan selesai dilakukan, tidak ditemukan pelaku maupun orang mencurigakan di sekitar lokasi.

Selain melakukan pengamanan, petugas juga memberikan edukasi kepada warga sekitar terkait bahaya aksi vandalisme terhadap kereta api.

Untuk menjaga keselamatan pengguna Commuter Line dari serpihan kaca pecah, KAI Commuter segera melakukan penggantian kaca yang rusak di Stasiun Parung Panjang.

"Guna menjamin keselamatan pengguna dari serpihan pecahan kaca jendela dan pintu tersebut, KAI Commuter melakukan penggantian kaca yang rusak di Stasiun Parung Panjang oleh petugas perawatan sarana KRL," terangnya.

KAI Commuter menegaskan bahwa aksi pelemparan batu ke kereta api merupakan tindakan kriminal serius yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Pelaku vandalisme yang menyebabkan kerusakan sarana dan prasarana perkeretaapian dapat dijerat pidana berat hingga 15 tahun penjara sesuai ketentuan KUHP terkait kejahatan yang membahayakan keamanan umum.

KAI Commuter juga mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga para orang tua untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada warga dan anak-anak agar tidak melakukan aksi berbahaya seperti pelemparan terhadap kereta api.

"Keselamatan perjalanan kereta dengan tidak melakukan tindakan vandalisme seperti pelemparan ini," tutup Karina.

x|close