Jepang Kejar Target 60 Juta Wisatawan Asing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mei 2026, 09:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Jepang Bendera Jepang (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Jepang tampaknya belum puas dengan capaian jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke negaranya. Negeri Sakura kini membidik target ambisius dengan mendatangkan 60 juta turis asing pada tahun 2030.

Dilansir dari Japan Today, Selasa, 26 Mei 2026, Pemerintah Jepang telah menyetujui rencana dasar kelima guna memperkuat posisi negara itu sebagai destinasi wisata global. Dalam rencana tersebut, Jepang menargetkan kunjungan 60 juta wisatawan asing pada 2030, atau sekitar 40 persen lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2025.

Apabila target tersebut tercapai, Jepang harus menerima sekitar 160 ribu kedatangan wisatawan setiap hari. Dengan rata-rata masa tinggal turis sekitar 10 hari berdasarkan tren terkini, diperkirakan ada sekitar 1,6 juta wisatawan asing yang berada di Jepang setiap harinya.

Jumlah itu hampir setara dengan 40 persen dari total 4,13 juta penduduk asing yang tercatat pada akhir 2025 dan sekitar 1,3 persen dari total populasi Jepang yang mencapai 120 juta jiwa.

Pemerintah Jepang menilai anggapan overtourism atau ledakan wisatawan yang selama ini disematkan kepada negaranya terlalu dibesar-besarkan. Pengaturan kerumunan saat festival kembang api disebut menjadi contoh bahwa aktivitas pariwisata masih dapat dikendalikan melalui langkah yang tenang dan praktis.

Target 60 juta pengunjung juga berarti ada sekitar 320 ribu orang yang keluar masuk Jepang setiap hari melalui bandara, belum termasuk wisatawan domestik. Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan jumlah warga Jepang yang bepergian ke luar negeri pada 2030 melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang mencapai 20,08 juta orang.

Baca Juga: Jepang Siapkan Bandara Bertema Pokemon

Saat ini, Jepang masih sangat bergantung pada Bandara Haneda dan Narita di kawasan Tokyo serta Bandara Internasional Kansai di Prefektur Osaka. Namun, keterlambatan pembangunan landasan pacu ketiga di Narita serta kebutuhan penambahan kapasitas, termasuk tenaga kerja bandara, membuat peningkatan jumlah penerbangan tambahan di wilayah ibu kota diperkirakan belum akan signifikan dalam waktu dekat. Kondisi tersebut membuat target 2030 dinilai cukup menantang.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan asing per prefektur pada 2025, Tokyo menyumbang 34 persen dari total kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Prefektur Osaka sebesar 14 persen, Prefektur Kyoto 11 persen, Hokkaido 7 persen, Okinawa 5 persen, dan Prefektur Fukuoka sebesar 4 persen.

Sementara itu, banyak prefektur di luar tiga kawasan metropolitan utama masih mencatat tingkat hunian hotel di bawah 60 persen sepanjang 2025. Hal ini memperlihatkan adanya ketimpangan kapasitas akomodasi antardaerah. Karena itu, pencapaian target 60 juta turis akan sangat bergantung pada keberhasilan Jepang mengarahkan wisatawan asing ke destinasi-destinasi regional.

Foto udara yang diambil pada 22 Agustus 2023 menunjukkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi di Prefektur Fukushima, Jepang. (Kyodo) <b>(Antara)</b> Foto udara yang diambil pada 22 Agustus 2023 menunjukkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi di Prefektur Fukushima, Jepang. (Kyodo) (Antara)

Upaya menarik wisatawan melalui bandara daerah juga dinilai membutuhkan perluasan rute internasional secara besar-besaran, termasuk di bandara yang saat ini telah melayani penerbangan dari China dan negara lainnya.

Pemerintah Jepang dinilai lebih realistis jika menetapkan bandara utama di tiap kawasan regional, lalu mengintegrasikannya dengan jaringan transportasi dan objek wisata unggulan di wilayah tersebut.

Tantangan terbesar pengembangan wisata daerah bukan hanya soal akses, tetapi juga bagaimana setiap wilayah mampu menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi maupun ditinggali. Dalam strategi tersebut, 10 organisasi manajemen destinasi regional, termasuk Organisasi Promosi Pariwisata Tohoku, akan dilibatkan untuk memperkuat promosi wisata mancanegara. Organisasi-organisasi itu akan bekerja sama dengan operator kereta api lokal, sektor perbankan, hingga pemerintah daerah guna meningkatkan daya tarik wilayah.

Pemerintah Jepang menegaskan wisatawan asing bukanlah ancaman yang merusak kehidupan masyarakat lokal. Dengan memperkuat daya tarik daerah serta memperbaiki aksesibilitas, baik penduduk maupun wisatawan diharapkan sama-sama memperoleh manfaat sehingga target Jepang menjadi negara berbasis pariwisata dapat terwujud.

x|close