Gelombang Panas di Prancis Tewaskan Tujuh Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Mei 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Gelombang Panas Gelombang Panas (Istimewa)

Ntvnews.id, ParisGelombang panas ekstrem yang melanda kawasan Eropa barat, termasuk Prancis, dilaporkan telah menyebabkan sedikitnya tujuh orang meninggal dunia akibat berbagai insiden yang berkaitan dengan suhu tinggi.

Juru bicara pemerintah Prancis, Maud Bregeon, mengatakan sebagian korban meninggal terkait langsung maupun tidak langsung dengan kondisi cuaca panas yang tengah melanda negara tersebut.

"Yang dapat saya katakan hari ini adalah bahwa ada tujuh kematian yang secara langsung atau tidak langsung terkait dengan suhu panas," kata Bregeon kepada stasiun televisi TF1, seperti dikutip dari AFP, Kamis, 28 Mei 2026.

Bregeon menjelaskan, lima dari tujuh korban tewas tersebut merupakan korban tenggelam yang terjadi di sejumlah wilayah di Prancis.

Baca Juga: Jepang Gelontorkan Rp57,4 Triliun untuk Subsidi Energi Musim Panas

Meski demikian, pemerintah masih akan melakukan pendataan lebih lanjut terkait rincian penyebab kematian setelah periode gelombang panas berakhir.

Dalam beberapa hari terakhir, Prancis mengalami lonjakan suhu tinggi yang memecahkan rekor di sejumlah daerah. Otoritas setempat memperkirakan kondisi cuaca panas masih akan meningkat pada Selasa waktu setempat.

Sebanyak delapan departemen di wilayah barat Prancis bahkan telah mengeluarkan peringatan cuaca panas level oranye, yang menjadi peringatan pertama untuk bulan Mei tahun ini.

Kantor Bregeon menyebut kasus tenggelam terjadi di berbagai lokasi, mulai dari wilayah Lyon di tenggara hingga kawasan pesisir Atlantik.

Ilustrasi- Bendera Prancis <b>(Antara)</b> Ilustrasi- Bendera Prancis (Antara)

Cuaca panas yang terjadi pada Senin, 25 Mei 2025, membuat banyak warga memadati pantai untuk mencari kesejukan. Namun kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena sebagian besar area pantai belum memiliki penjaga pantai aktif yang biasanya baru mulai bertugas pada Juli.

"Kami baru saja bertanya-tanya pagi ini apakah pantai itu diawasi," kata seorang warga bernama Thomas Dupuy saat berada di pantai kota Anglet di wilayah barat daya Prancis bersama dua anaknya.

Ia mengaku lebih waspada karena kondisi pantai Atlantik dikenal memiliki arus yang berbahaya.

"Saya sangat berhati-hati untuk diri saya sendiri, untuk anak-anak saya yang belum bisa berenang. Kita mengetahui arus dapat menyeret kita keluar, pantai-pantai Atlantik berbahaya," ujarnya.

x|close