Kronologi Satu Keluarga Tewas di Tenda Glamping Posong, Diduga Keracunan Gas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Mei 2026, 10:34
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Meninggal Dunia Ilustrasi Meninggal Dunia (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Empat anggota keluarga asal Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia saat berkemah mewah atau glamping di kawasan wisata alam Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Polisi kini masih menyelidiki penyebab pasti kematian mereka, termasuk dugaan kuat adanya keracunan gas di dalam tenda glamping.

Korban diketahui merupakan pasangan suami istri, Muhamad Ali Munawar (52) dan Maghfirah (43), bersama dua anak mereka yakni Alvino Evan Hakim (16) serta Bagas Amar Hakiki (21). Bagas tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022.

Peristiwa bermula pada Selasa malam (26/5/2026) ketika satu keluarga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, berangkat menuju kawasan wisata Posong untuk berlibur. Mereka tiba sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan mobil Honda Jazz RS putih bernomor polisi H-1609-PT.

Setelah melakukan registrasi, keluarga tersebut diantar petugas menuju Tenda Glamping Safari Nomor 3 untuk bermalam. Pada malam itu, mereka diketahui sempat melakukan kegiatan barbeque dan menggunakan kompor gas portable untuk memasak di area glamping yang berada di dataran tinggi dengan suhu udara dingin.

Keesokan harinya, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, petugas glamping mendatangi tenda untuk mengantarkan sarapan. Namun, saat dipanggil dari luar tenda tidak ada jawaban dari para penghuni. Karena mengira para tamu masih beristirahat, petugas tidak langsung membuka tenda.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 11.45 WIB, petugas kembali datang untuk mengingatkan waktu check out sekaligus persiapan pembersihan area glamping. Akan tetapi, situasi tetap sama karena tidak ada respons dari dalam tenda.

Baca Juga: Putin Hapus Utang Bagi Warga Rusia yang Gabung Militer Perang Ukraina

"Pada keesokan harinya, Rabu (27/5) sekitar pukul 11.45 WIB, petugas wisata sempat mengingatkan para korban untuk segera melakukan proses checkout karena lokasi area perkemahan akan dibersihkan. Namun, saat itu tidak ada respons dari dalam tenda," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra dikutip Antara (28/5/2026).

Rasa curiga petugas akhirnya memuncak hingga mereka memutuskan membuka pintu tenda sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itulah keempat anggota keluarga ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh sudah kaku.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pengelola wisata dan diteruskan ke pihak kepolisian. Tim Inafis Polres Temanggung bersama personel Polsek Parakan, Polsubsektor Kledung, tim Resmob, dan tenaga medis dari Puskesmas Kledung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tenda juga masih terlihat rapi. Namun, posisi tangan korban diketahui saling menggenggam dan beberapa korban ditemukan mengeluarkan busa dari mulut.

Baca Juga: Konflik AS–China di Taiwan Dinilai Berisiko Picu Eskalasi Nuklir

Temuan itu sempat membuat polisi menduga korban meninggal akibat keracunan makanan atau kemungkinan mengalami hipotermia karena suhu dingin di kawasan Posong.

Pada tahap awal penyelidikan, dugaan keracunan makanan muncul karena keluarga tersebut membawa sendiri bahan makanan dan perlengkapan barbeque. Polisi kemudian mengamankan sejumlah sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

Selain pemeriksaan sampel makanan, autopsi terhadap jenazah juga dilakukan oleh dokter forensik RSUD Temanggung bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah untuk memastikan penyebab kematian.

Namun, seiring perkembangan penyelidikan, dugaan keracunan makanan mulai mengarah ke kemungkinan lain. Polisi menyebut tidak ditemukan muntahan maupun tanda-tanda perlawanan pada tubuh korban.

Menurut penyidik, kondisi tersebut lebih mengarah pada dugaan keracunan gas yang berasal dari alat masak portable atau asap hasil pembakaran barbeque yang terperangkap di dalam tenda.

Polisi menemukan adanya penggunaan gas portable saat korban memasak. Dugaan sementara, setelah selesai barbeque para korban langsung tidur dengan kondisi pintu tenda tertutup rapat sehingga sirkulasi udara di dalam tenda tidak berjalan maksimal.

Baca Juga: Misteri Satu Keluarga Tewas di Tenda Glamping Temanggung, Diduga Keracunan Gas saat Tidur

Akibat minimnya ventilasi, gas dari tabung portable maupun asap pembakaran barbeque diduga memenuhi ruang tenda dan menyebabkan korban kehilangan kesadaran.

Gejala yang ditemukan pada korban disebut menyerupai keracunan gas karbon monoksida atau karbon dioksida. Polisi menyebut korban kemungkinan mengalami lemas, mengantuk, lalu tidak sadarkan diri tanpa sempat melakukan perlawanan.

"Di sana juga tidak ditemukan muntahan dan tidak ada perlawanan," ujar Mahendra.

Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil resmi autopsi dan pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah untuk memastikan penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut. Polisi juga telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi yang berada di lokasi wisata saat kejadian berlangsung.

"Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum berani mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan, begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng," kata Mahendra.

x|close