Pimpinan Padepokan Padang Ati Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan 350 Santriwati

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Mei 2026, 16:24
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Kekerasan Seksual Ilustrasi Kekerasan Seksual (FreePIk)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 350 pelajar di Padepokan Padang Ati, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dipulangkan ke rumah masing-masing setelah pimpinan padepokan, Abdul Khalim Fadlun, ditangkap polisi dalam kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati.

Penangkapan terhadap tersangka dilakukan di lingkungan padepokan yang berada di Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Kasus tersebut memicu langkah cepat dari sejumlah pihak untuk memastikan para pelajar tetap mendapatkan pendampingan dan akses pendidikan.

Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan bersama instansi terkait langsung melakukan koordinasi guna mengantisipasi dampak yang ditimbulkan terhadap para siswa. Fokus utama diarahkan pada keberlanjutan pendidikan formal para pelajar setelah aktivitas di padepokan terganggu akibat kasus dugaan kekerasan seksual tersebut.

Pelaksana Harian Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Moh Irkham, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah madrasah agar proses pendidikan siswa tidak terhenti.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Amblas di Lenteng Agung Dikebut Malam Ini, SDA Ganti Saluran Lama

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak madrasah untuk memastikan pendidikan formal mereka tetap berlanjut dan tidak terputus,” ujar Irkham, dikutip Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan data Kemenag Kabupaten Pekalongan, terdapat sekitar 350 anak yang belajar di Padepokan Padang Ati. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 siswa tercatat mengikuti pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) swasta.

Selain menjalin koordinasi dengan madrasah, Kemenag juga menggandeng sejumlah pondok pesantren untuk menyiapkan langkah antisipasi terkait keberlanjutan pendidikan para pelajar terdampak kasus pencabulan yang menyeret pimpinan padepokan tersebut.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pondok pesantren sebagai langkah antisipasi kelanjutan pendidikan dan mereka siap menampung anak-anak yang terdampak,” sambungnya.

Baca Juga: Wamentan Minta Pengusaha Sawit Tak Khawatir, PT DSI Dipastikan Tak Cari Untung

Untuk sementara waktu, seluruh pelajar dipulangkan ke rumah masing-masing sambil menunggu langkah lanjutan dari pihak terkait. Dari total ratusan pelajar tersebut, terdapat dua siswa yang berasal dari luar daerah dan saat ini tinggal di rumah guru MTs.

“Jadi, sampai sore ini, pelajar Padepokan Padang Ati sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah daerah turut menyiapkan pendampingan psikologis bagi para pelajar yang terdampak kasus tersebut. Pendampingan dilakukan guna membantu pemulihan kondisi mental dan trauma para siswa.

“Terkait dampak psikologis mereka, Dinas P3A dan PPKB juga telah mempersiapkan rencana untuk melakukan pendampingan psikologi klinis dan penanganan trauma healing baik di rumah maupun di satuan pendidikan,” tandasnya.

x|close