Rusia Gempur Ukraina dengan 656 Drone dan 73 Rudal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jun 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa. Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Kyiv - Sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka setelah Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke berbagai wilayah Ukraina pada awal pekan ini.

Menurut pernyataan Angkatan Udara Ukraina, Rusia mengerahkan 656 drone serta 73 rudal dalam satu malam untuk menyerang sejumlah kota strategis di negara tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 3 Juni 2026, serangan tersebut menyasar ibu kota Kyiv, kota Dnipro di wilayah tengah, serta beberapa kota di bagian timur seperti Poltava, Kharkiv, dan Zaporizhzhia. Pihak Ukraina mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sebagian besar serangan dengan menghancurkan 40 rudal dan 602 drone yang diluncurkan Rusia.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengungkapkan bahwa empat warga tewas akibat serangan di ibu kota. Selain itu, 58 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua anak-anak.

"Ledakan di kota. Pasukan pertahanan udara sedang bekerja! Tetaplah di tempat perlindungan!" kata Klitschko dalam sebuah peringatan.

Baca Juga: PBB Serukan Rusia dan Ukraina Hindari Serangan ke Fasilitas Vital

Di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina bagian tengah, serangan Rusia menyebabkan delapan orang kehilangan nyawa dan 36 lainnya terluka. Sementara itu, di Kharkiv yang berada di timur laut Ukraina, sedikitnya 10 orang dilaporkan mengalami cedera.

Pihak militer Rusia menyatakan operasi tersebut ditujukan untuk menghantam fasilitas yang terkait dengan industri pertahanan Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya mengatakan serangan besar-besaran itu menggunakan "senjata presisi tinggi" yang ditujukan ke Kyiv, Zaporizhia, Kharkiv, dan Dnipropetrovsk. Selain itu infrastruktur energi dan transportasi yang digunakan militer Ukraina juga jadi target.

Asap mengepul di kota setelah serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina 28 September 2025. <b>(Reuters)</b> Asap mengepul di kota setelah serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina 28 September 2025. (Reuters)

Gelombang serangan terbaru ini terjadi setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima informasi intelijen mengenai kemungkinan adanya serangan besar Rusia dalam waktu dekat.

"Harap perhatikan peringatan udara. Lindungi hidup Anda. Layanan kami bekerja secara efisien dan siap. Angkatan udara dan para 'pembela langit' kita lainnya akan bertugas 24/7 seperti bias," kata Zelensky.

Serangan tersebut kembali memperlihatkan intensitas konflik yang masih tinggi antara Rusia dan Ukraina. Di tengah upaya diplomatik yang terus berlangsung, kedua negara masih terlibat dalam aksi militer yang menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah.

x|close