Indonesia Kecam Rencana Netanyahu Perluas Pendudukan Gaza hingga 70 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 06:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Serangan militer Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan 910 warga Palestina sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Serangan militer Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan 910 warga Palestina sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan pemimpin rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu, yang disebut berencana memperluas pendudukan di Jalur Gaza hingga mencapai 70 persen dari total wilayah kantong tersebut.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia menolak dan mengecam keras rencana tersebut. Hal itu disampaikannya di Jakarta, Rabu, usai pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Madagaskar Alice N’Diaye di Kementerian Luar Negeri RI.

“Kita terus menolak dan mengecam keras rencana tersebut,” ucap Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Ia menilai rencana tersebut tidak memiliki dasar hukum dan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Indonesia, kata dia, juga mendorong komunitas internasional untuk segera bertindak guna mencegah perluasan pendudukan Israel di Gaza.

Baca Juga: PBB Kecam Rencana Israel Perluas kendali Wilayah Gaza

Selain itu, Sugiono menekankan kembali posisi Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina melalui kerangka solusi dua negara.

“Bagi Indonesia, intinya, yang menjadi garis bawah adalah Palestina harus merdeka dalam kerangka solusi dua negara,” demikian Sugiono.

Ia juga mengungkapkan bahwa isu Palestina, termasuk ancaman perluasan pendudukan Gaza, menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menlu Turkiye Hakan Fidan di Hambalang, Bogor, pada hari yang sama.

Menurutnya, Indonesia dan Turkiye sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam mengembalikan perhatian dunia terhadap isu Palestina yang dinilai kembali terpinggirkan akibat berbagai dinamika konflik global.

“Kita harus kembali ke sana, dan untuk itu kita harus mencari cara untuk menyelesaikan konflik ini,” demikian Sugiono.

Baca Juga: Iran Hentikan Perundingan dengan AS, Desak Israel Akhiri Serangan di Lebanon dan Gaza

Sebelumnya, Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel berencana memperluas kontrol militernya di Jalur Gaza hingga sekitar 70 persen wilayah. Ia juga mengklaim bahwa pasukan Israel saat ini telah menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza.

Laporan Anadolu menyebutkan bahwa pasukan Israel sebelumnya mengumumkan penguasaan sekitar 53 persen wilayah Gaza setelah mundur ke “Garis Kuning” dalam fase awal rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menanggapi rencana tersebut, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa rencana penguasaan 70 persen Gaza tidak termasuk dalam skema perdamaian yang ada.

“Kami memiliki rencana. Tetapi rencana itu tidak mencakup hal tersebut,” kata Rubio di hadapan Kongres AS, Selasa, 2 Juni 2026.

(Sumber: Antara)

x|close