Warning: mkdir(): Permission denied in /www/ntvweb/system/core/Log.php on line 131

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mkdir(): Permission denied

Filename: core/Log.php

Line Number: 131

Backtrace:

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Kemendes PDT Gandeng UIN SMH Banten Dorong Pengembangan Desa Tematik dan Desa Ekspor - Ntvnews.id

Kemendes PDT Gandeng UIN SMH Banten Dorong Pengembangan Desa Tematik dan Desa Ekspor

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 22:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Ahmad Riza Patria berbicara dalam rapat komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (Global Partnership for Poverty Alleviation and Development atau GPPAD) di Beijing, Rabu (27/5/2026) ANTARA/Desca Lidya Natalia. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Ahmad Riza Patria berbicara dalam rapat komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (Global Partnership for Poverty Alleviation and Development atau GPPAD) di Beijing, Rabu (27/5/2026) ANTARA/Desca Lidya Natalia. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengajak Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten untuk berkolaborasi dalam mempercepat pembangunan desa di Provinsi Banten. Langkah ini dilakukan karena banyak desa di wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa tematik maupun desa berorientasi ekspor.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan Banten memiliki sekitar 1.240 desa dengan karakteristik dan potensi yang beragam. Karena itu, menurutnya, pembangunan desa tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

“Kalau kita sendiri tidak akan berhasil, Pak. Karena desanya terlalu banyak dan karakteristik masing-masing wilayah itu beda. Kita bimbing mahasiswa bertransformasi menjadi enterpreneurship,” katanya di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Yandri menjelaskan bahwa desa-desa di Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang melalui berbagai program, seperti desa wisata, desa tematik, desa ekspor, dan berbagai model pemberdayaan ekonomi lainnya. Oleh sebab itu, ia mendorong keterlibatan civitas akademika UIN SMH Banten dalam memberikan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat desa yang selaras dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Baca Juga: Kemendes PDT Sebut Program TEKAD Mampu Tingkatkan Ekonomi Warga Desa

Menurutnya, peluang pasar ekspor untuk berbagai komoditas desa sangat terbuka. Ia mencontohkan tanaman sereh yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional. Jika produksi dilakukan secara terintegrasi oleh sejumlah desa, kapasitas pasokan akan lebih terjamin sehingga mampu memenuhi kebutuhan ekspor.

“Coba kalau satu kecamatan nanam sereh, bisa itu ekspor. Atau bawang merah, jahe, banyak pokoknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yandri menegaskan bahwa program pengembangan desa berbasis komoditas unggulan tersebut memiliki konsep yang jelas dan realistis untuk diwujudkan. Kemendes PDT, kata dia, telah memiliki jaringan pemasaran, dukungan program, hingga akses bantuan permodalan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan program tersebut.

Baca Juga: Kemendes PDT Gandeng 70 Mitra, Dorong Penguatan Ekonomi Desa Lewat Kolaborasi

“Ini pekerjaan yang sangat bagus dan terukur, tidak mengawang-ngawang Pak Rektor, ini bisa kita lakukan dan kami punya programnya. Kami punya jaringan pemasarannya, punya bantuan permodalannya. Tapi ini kalau tidak kita seriusi ya kasihanlah kita, duit habis, waktu habis tapi tidak ada hasil. Ini momentum yang bagus saya kira,” kata Yandri.

Ajakan tersebut disampaikan Yandri saat menerima audiensi Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Muhammad Ishom beserta jajarannya di kantor Kemendes PDT. Dalam pertemuan itu, Kemendes PDT mendorong keterlibatan aktif kalangan akademisi dalam mendukung kemajuan desa, khususnya di Provinsi Banten, melalui program-program yang berorientasi pada peningkatan ekonomi masyarakat dan pengembangan potensi lokal.

(Sumber: Antara)

x|close