Ntvnews.id
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan pihaknya bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi pascagempa, termasuk kondisi WNI yang berada di kawasan terdampak.
“Sejauh ini, belum terdapat informasi adanya WNI atau pekerja migran Indonesia terdampak dalam gempa tersebut,” kata Heni di Jakarta.
Karena getaran gempa juga dirasakan hingga wilayah Malaysia bagian timur, Kemlu RI melalui perwakilan Indonesia di Sabah turut melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan potensi dampak yang ditimbulkan. Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan imbauan yang telah disampaikan pemerintah negara bagian Sabah kepada masyarakat setempat.
Baca Juga: BMKG Tetapkan 25 Wilayah Siaga dan Waspada Tsunami Imbas Gempa M 7,7 Filipina
“Diimbau kepada seluruh WNI atau pekerja migran Indonesia agar memantau terus perkembangan situasi lebih lanjut,” demikian Heni.
Kemlu RI juga mengingatkan WNI yang berada di Filipina maupun Malaysia agar segera menghubungi perwakilan Indonesia apabila membutuhkan bantuan. Untuk wilayah Filipina, WNI dapat menghubungi KJRI Davao melalui nomor +63-966-2455-472. Sementara itu, bagi WNI yang berada di Malaysia dapat menghubungi KJRI Kota Kinabalu di nomor +60-146-060-067 atau Konsulat RI di Tawau melalui nomor +60-198-228-800.
Gempa bumi yang terjadi pada Senin sekitar pukul 07.37 waktu setempat tersebut memiliki magnitudo 7,7 dengan kedalaman sekitar 50 kilometer. Episentrum gempa berada pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT, sekitar 58 kilometer dari Kota General Santos, Filipina, yang berpenduduk sekitar 679 ribu jiwa, serta sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
Baca Juga: Peringatan Tsunami di Gorontalo Utara Berakhir Warga Kembali ke Rumah
Getaran gempa dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah di Sabah, Malaysia, seperti Tawau dan Semporna. Sementara di Indonesia, guncangan dirasakan di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara.
Menyusul gempa tersebut, pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Jepang sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak lanjutan.
(Sumber: Antara)
Peta sebaran gempa susulan usai gempa utama M7,7 di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina. ANTARA/HO-BMKG (Antara)