Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta menilai situasi di kawasan Timur Tengah hingga saat ini masih berada dalam kondisi yang sangat tegang. Menurutnya, terdapat tiga kemungkinan skenario yang dapat terjadi ke depan, yakni terciptanya perdamaian, meningkatnya eskalasi konflik, atau bertahannya kondisi yang tidak sepenuhnya damai namun juga belum mengarah pada perang terbuka.
Pernyataan tersebut disampaikan Anis di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 8 Juni 2026, usai Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat.
Anis menjelaskan dinamika politik di kawasan masih dipengaruhi oleh tarik-menarik kepentingan sejumlah aktor utama, termasuk Iran, Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara Teluk. Di tengah situasi tersebut, terdapat kelompok yang berupaya mendorong perdamaian, namun tidak sedikit pula yang menginginkan peningkatan ketegangan.
“Kalau terjadi eskalasi yang kedua, ini akan menjadi sangat berbahaya sekali karena ronde kedua dari pertempuran ini pasti akan jauh lebih brutal daripada yang sebelumnya,” kata Anis.
Pemerintah Indonesia, lanjut dia, berharap skenario peningkatan konflik tidak terjadi. Indonesia secara konsisten mendorong berbagai langkah deeskalasi serta upaya diplomasi untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.
Anis menegaskan, visi Indonesia adalah melihat Timur Tengah bertransformasi dari wilayah yang selama ini identik dengan konflik menjadi kawasan yang fokus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyampaikan kepada para duta besar mengenai prinsip politik luar negeri Indonesia yang menganut asas bebas aktif. Indonesia, kata Anis, tidak terikat pada aliansi militer mana pun dan berupaya menjaga hubungan baik dengan seluruh negara.
Menurutnya, Presiden menekankan bahwa penyelesaian berbagai konflik internasional harus dilakukan melalui dialog dan jalur damai. Penggunaan kekuatan militer dinilai bukan solusi yang dapat menghasilkan perdamaian jangka panjang.
“Yang kita dorong adalah membangun semangat perdamaian dan kerja sama dengan semua pihak,” ujar Anis.
Adapun delapan duta besar yang menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden berasal dari Filipina, Sri Lanka, Republik Ceko, Yunani, Palestina, Lebanon, Korea Selatan, dan Saint Lucia.
Wamenlu Anis Matta menjawab pertanyaan wartawan usai penyerahan kredensial delapan dubes negara sahabat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026) ANTARA/Fathur Rochman (Antara)
Anis juga menjelaskan bahwa prosesi penyerahan surat kepercayaan kali ini dilaksanakan secara tertutup semata-mata karena pertimbangan teknis. Ia memastikan tidak ada alasan khusus di balik keputusan tersebut.
Selain itu, Presiden Prabowo turut menyampaikan permohonan maaf kepada para duta besar atas keterlambatan pelaksanaan agenda penyerahan surat kepercayaan. Menurut Anis, penundaan tersebut murni disebabkan oleh padatnya agenda Presiden dan bukan karena adanya keinginan untuk menunda proses diplomatik tersebut.
Ia menambahkan bahwa para duta besar memahami kondisi yang terjadi. Dalam pertemuan itu, mereka juga berkesempatan menyampaikan pesan dari kepala negara masing-masing kepada Presiden Prabowo.
“Suasananya sangat bagus. Yang lebih penting, mereka semuanya mencoba kopi Hambalang,” kata Anis.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia Anis Matta (NTVnews)