Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama InJourney Airports, Rizal Pahlevi, memberikan penjelasan terkait keluhan yang disampaikan pengacara Hotman Paris Hutapea mengenai layanan buggy car di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Penjelasan tersebut disampaikan setelah Hotman Paris mengunggah video di media sosial yang memprotes jauhnya jarak yang harus ditempuh penumpang di area terminal serta terbatasnya ketersediaan buggy car. Dalam video tersebut, Hotman bahkan mendesak manajemen Angkasa Pura untuk dievaluasi dan mengancam akan melayangkan somasi.
Menanggapi hal tersebut, Rizal menjelaskan bahwa berdasarkan data operasional bandara, Hotman Paris merupakan penumpang penerbangan GA581 rute Samarinda-Jakarta yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 13.13 WIB. Pesawat kemudian parkir di Stand G64 pada pukul 13.23 WIB.
Menurut Rizal, penempatan pesawat tersebut telah mengikuti pengaturan operasional yang berlaku di bandara. Selain itu, pada waktu yang bersamaan terdapat kebutuhan operasional lain terkait penempatan pesawat untuk mendukung kepulangan jamaah haji Embarkasi Lampung.
"Penempatan parkir pesawat tersebut telah sesuai dengan alokasi stand dan rotasi operasional yang berlaku. Selain itu, pada saat yang sama terdapat permintaan dari maskapai terkait penempatan pesawat yang akan digunakan untuk mendukung operasional kepulangan jamaah haji Embarkasi Lampung," kata Rizal dalam keterangannya, dikutip Senin, 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sekitar pukul 13.30 WIB, Hotman Paris tiba di area layanan buggy car yang berada di Gate 18 Kedatangan Domestik Terminal 3 untuk menggunakan fasilitas tersebut.
Rizal menuturkan bahwa pada saat itu layanan buggy car di area kedatangan domestik Terminal 3 dioperasikan menggunakan sembilan unit kendaraan.
Menurutnya, layanan tersebut memang diprioritaskan untuk penumpang yang memiliki kebutuhan khusus, seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, penumpang yang membawa anak kecil, maupun penumpang yang membutuhkan bantuan mobilitas.
"Pada saat tersebut, layanan Buggy Car di Terminal 3 Domestik Kedatangan beroperasi dengan total 9 unit. Sesuai standar pelayanan, penggunaan Buggy Car diprioritaskan bagi penumpang berkebutuhan khusus (special needs), antara lain penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, penumpang yang membawa anak kecil, serta penumpang yang memerlukan bantuan mobilitas," ujarnya.
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, lanjut Rizal, Hotman Paris menunggu kendaraan buggy car dalam waktu relatif singkat sebelum akhirnya memperoleh layanan tersebut.
"Berdasarkan informasi petugas di lapangan, Bapak Hotman Paris Hutapea menunggu ketersediaan Buggy Car selama kurang lebih 2–3 menit. Setelah unit tersedia, yang bersangkutan menggunakan layanan Buggy Car dan diantar menuju titik tujuan (drop-off point) sesuai kebutuhan tanpa kendala lanjutan," katanya.
Rizal juga menegaskan bahwa kualitas pelayanan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta telah melalui proses audit dan penilaian yang dilakukan lembaga independen internasional Skytrax untuk periode 2025–2026.
Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek layanan, mulai dari fasilitas terminal, kebersihan, kenyamanan penumpang, aksesibilitas, efisiensi layanan, hingga pengalaman pelanggan secara keseluruhan.
Ia menambahkan bahwa fasilitas penunjang mobilitas seperti travelator, buggy car, dan shuttle bus turut menjadi bagian dari aspek yang dinilai dalam audit tersebut.
"Sebagai informasi, aspek layanan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta telah melalui proses audit dan penilaian oleh lembaga independen internasional Skytrax untuk periode 2025–2026. Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek pelayanan, antara lain fasilitas terminal, kenyamanan penumpang, kebersihan, aksesibilitas, efisiensi layanan, serta pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Fasilitas pendukung mobilitas penumpang, seperti travelator, Buggy Car, dan shuttle bus, juga merupakan bagian dari aspek yang dinilai dalam standar pelayanan tersebut," jelasnya.
Meski demikian, Rizal mengatakan pihaknya tetap menjadikan setiap kritik dan masukan dari pengguna jasa sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bandara.
"Meskipun demikian, setiap masukan dan keluhan dari pengguna jasa tetap menjadi perhatian serius bagi kami sebagai bahan evaluasi dan upaya peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan guna memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh penumpang," pungkasnya.
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (Instagram)