AS Tutup Layanan Kedubes di Israel Usai Serangan Rudal Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jun 2026, 05:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Rudal Iran. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Rudal Iran. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem mengumumkan penghentian sementara layanan konsuler di Yerusalem dan Tel Aviv pada Senin, 8 Juni 2026. Kebijakan ini diambil setelah terjadinya serangan rudal Iran ke wilayah Israel.

Dalam peringatan keamanan yang disampaikan melalui platform media sosial X, pihak kedutaan menyampaikan bahwa seluruh pegawai pemerintah AS beserta keluarga mereka telah diarahkan untuk tetap berada di tempat perlindungan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Dilansir dari Anadolu, Selasa, 9 Juni 2026, kedutaan juga meminta staf untuk selalu siap berpindah ke tempat aman jika sirene peringatan “red alert” berbunyi, menyesuaikan dengan kondisi keamanan terbaru serta peringatan dari Komando Front Dalam Negeri Israel di berbagai wilayah.

Disebutkan pula bahwa seluruh layanan konsuler di Kedutaan Besar AS di Yerusalem maupun kantor cabang di Tel Aviv tidak akan beroperasi pada hari Senin tersebut.

Peristiwa ini terjadi sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar Iran kembali melanjutkan perundingan, menyusul serangan rudal yang dilancarkan ke Israel.

Baca Juga: Rudal Iran Kembali Mengarah ke Israel, Dentuman Terdengar di Tel Aviv

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan dengan Teheran masih terbuka dalam beberapa hari ke depan.

“Anda sudah menembakkan rudal Anda, itu sudah cukup. Kembali ke meja perundingan dan buat kesepakatan,” kata Trump merujuk kepada Iran.

Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan tersebut berpotensi ditandatangani pada “Senin, Selasa, atau Rabu pekan ini”.

Sebelumnya, Iran meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal ke wilayah utara Israel pada Minggu malam, sebagai respons atas serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut. Pihak Tel Aviv menyebut serangan tersebut menyasar pusat komando dan perencanaan milik Hizbullah.

Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat di langit di atas kota Hebron, Tepi Barat, pada 7 Juni 2026. Sirene berbunyi di beberapa wilayah di Israel utara akibat serangan rudal tersebut, yang terjadi setelah serangan Israel terhadap ib <b>(Antara)</b> Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat di langit di atas kota Hebron, Tepi Barat, pada 7 Juni 2026. Sirene berbunyi di beberapa wilayah di Israel utara akibat serangan rudal tersebut, yang terjadi setelah serangan Israel terhadap ib (Antara)

Serangan dari Israel itu dilaporkan menyebabkan dua orang tewas dan 11 lainnya terluka berdasarkan data sementara. Sementara itu, serangan rudal Iran menjadi yang pertama sejak gencatan senjata rapuh yang tercapai pada awal April.

Gencatan senjata sementara mulai berlaku pada 8 April, namun proses negosiasi kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan terkait implementasi kesepakatan serta perkembangan situasi di kawasan setelahnya.

x|close