Polisi Sita 100 Ribu Kecoak Raksasa Seharga Rp2,5 Miliar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jun 2026, 06:29
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Otoritas Australia menyita lebih dari 100.000 ekor kecoak eksotis dari seorang peternak di New South Wales dengan nilai mencapai AUS$200 ribu atau sekitar Rp2,5 miliar Otoritas Australia menyita lebih dari 100.000 ekor kecoak eksotis dari seorang peternak di New South Wales dengan nilai mencapai AUS$200 ribu atau sekitar Rp2,5 miliar (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas Australia menyita lebih dari 100.000 ekor kecoak eksotis dari seorang peternak di New South Wales dengan nilai mencapai AUS$200 ribu atau sekitar Rp2,5 miliar. Sebagian kecoak yang diamankan memiliki ukuran yang sangat besar, bahkan mencapai sebesar telapak tangan orang dewasa.

Dilansir dari ABC News, Selasa, 9 Juni 2026, dalam operasi tersebut, petugas menemukan kecoak mendesis Madagaskar dan kecoak dubia. Kedua spesies itu dilarang untuk diimpor, dipelihara, dikembangbiakkan, maupun diperjualbelikan secara legal di Australia.

"Kami melihat ada penangkaran dan perdagangan ilegal kecoak eksotis dan kami memberi peringatan ke bisnis hewan peliharaan serta pemiliknya," kata juru bicara Departemen Perubahan Iklim, Energi, Lingkungan, dan Air Australia (DCCEEW).

Dia lalu berujar, "Jika Anda kedapatan memiliki, mengembang biakkan, atau memperdagangkan kecoa eksotis seperti kecoa dubia dan kecoa mendesis Madagaskar, kecoa tersebut akan disita dan Anda bisa menghadapi sanksi berdasarkan hukum federal."

Baca Juga: Sah! Prabowo Lantik Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN

Menurut pihak berwenang, keberadaan kecoak eksotis berpotensi menimbulkan risiko karena dapat menyebarkan penyakit serta mengganggu satwa liar asli dan sektor pertanian.

Seluruh kecoak yang telah disita nantinya akan dimusnahkan oleh Departemen Industri Primer dan Pembangunan Regional New South Wales.

Kecoak mendesis Madagaskar sendiri dikenal sebagai salah satu spesies kecoak terbesar di dunia. Sementara itu, pemilik reptil yang selama ini memanfaatkan kecoak dubia sebagai pakan dianjurkan beralih ke alternatif yang legal, seperti jangkrik dan jenis kecoak yang diizinkan.

Penangkap ular asal Bathurst, Stefanie Lesser, mengaku pernah menemukan invertebrata ilegal tersebut diperjualbelikan secara daring untuk kebutuhan pakan reptil.

"Orang-orang memang memilikinya karena ukurannya besar, kira-kira sebesar telapak tangan Anda," kata dia.

"Mungkin cara ini lebih hemat biaya, daripada memberi makan setiap kadal tiga atau empat buah kayu, yang ukurannya cukup kecil, Anda bisa memberi mereka satu saja." imbuh Lesser.

x|close