Iran Tolak Solusi Militer dalam Konflik Saudi-Houthi Yaman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jul 2026, 09:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Kelompok bersenjata yang setia kepada kelompok Houthi berpartisipasi dalam unjuk rasa suku yang mendukung dimulainya kembali serangan terhadap kapal-kapal Israel, di Sanaa, Yaman, pada 11 Maret 2025. Kelompok bersenjata yang setia kepada kelompok Houthi berpartisipasi dalam unjuk rasa suku yang mendukung dimulainya kembali serangan terhadap kapal-kapal Israel, di Sanaa, Yaman, pada 11 Maret 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Iran menegaskan bahwa penyelesaian konflik yang kembali memanas antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman tidak dapat ditempuh melalui jalur militer. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di tengah meningkatnya ketegangan antara Riyadh dan milisi yang didukung Teheran itu.

"Kami percaya bahwa tidak ada solusi militer terhadap masalah Yaman, (selat) Bab Al Mandab, dan masalah regional lainnya," kata Araghchi, seperti dikutip dari AFP, Minggu, 26 Juli 2026.

Araghchi mendorong kedua belah pihak untuk mengedepankan dialog sebagai jalan keluar dari konflik. Ia juga menegaskan bahwa situasi yang berkembang di Yaman tidak dapat dikaitkan dengan Iran.

Selain itu, Araghchi menilai insiden yang terjadi di kawasan Selat Bab Al Mandab berakar dari sengketa yang telah berlangsung lama antara Yaman, Arab Saudi, serta sejumlah negara di kawasan, sehingga tidak dapat disederhanakan sebagai persoalan yang melibatkan Iran semata.

Baca Juga: Houthi Umumkan Blokade Laut Arab, Konflik Kembali Memanas

Ketegangan terbaru antara Houthi dan Arab Saudi kembali meningkat pada bulan ini setelah kelompok Houthi mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi serta mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal tanker.

Langkah tersebut dinilai mengancam distribusi ekspor minyak Arab Saudi, terlebih di saat Iran juga menerapkan blokade di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia.

Sementara itu, pada Jumat, 24 Juli 2026 juru bicara Houthi menegaskan bahwa kelompoknya tidak menutup jalur pelayaran di Selat Bab Al Mandab. Menurutnya, blokade maritim yang dilakukan hanya ditujukan terhadap kepentingan Arab Saudi dan tidak mengganggu lalu lintas kapal secara umum.

x|close