Ntvnews.id, Istanbul - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam menghadapi serangan maupun ancaman yang ditujukan kepada Iran. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul serangan yang dilaporkan dilakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah wilayah di Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Melalui unggahan di akun media sosial X pada Rabu, Araghchi menilai langkah Washington mencerminkan upaya untuk menguji keteguhan Iran setelah gagal mencapai tujuan melalui konfrontasi sebelumnya. Ia menegaskan bahwa respons terhadap setiap tindakan yang mengancam kedaulatan negaranya akan diberikan oleh angkatan bersenjata Iran.
"Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami," kata Araghchi dalam sebuah unggahan di akun media sosial X.
Menteri luar negeri Iran itu juga menegaskan bahwa kekuatan militer negaranya siap merespons setiap bentuk agresi yang ditujukan kepada Iran. Dalam pernyataannya, ia sekaligus memperingatkan Amerika Serikat agar tidak terus meningkatkan eskalasi di kawasan.
"Angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan," tambahnya, sambil memperingatkan AS untuk "meninggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman."
Araghchi turut menyinggung sejarah panjang kawasan Teluk Persia yang menurutnya menunjukkan berbagai konsekuensi yang pernah dihadapi kekuatan asing yang mencoba mencampuri urusan kawasan tersebut.
Baca Juga: Iran dan Israel Umumkan Jeda Serangan
"Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk para pendatang asing yang mengganggu," katanya.
Pernyataan keras dari Teheran muncul setelah sejumlah media Iran melaporkan terjadinya ledakan dan hantaman proyektil di beberapa wilayah selatan negara itu, termasuk Pulau Qeshm, Sirik, Minab, dan Jask di Provinsi Hormozgan.
Sebagai respons terhadap insiden tersebut, sistem pertahanan udara Iran dilaporkan diaktifkan di Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik guna mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan. Namun, televisi pemerintah Iran kemudian menyatakan bahwa gelombang serangan yang sempat terjadi telah mereda dan kondisi keamanan di wilayah terdampak mulai terkendali.
Baca Juga: Drone Iran Hantam Pangkalan Militer AS di Bahrain
Menurut laporan media pemerintah, situasi di sejumlah lokasi yang sebelumnya menjadi sasaran serangan kini berada dalam kondisi "hampir tenang", meski aparat keamanan dan militer masih tetap bersiaga.
Perkembangan terbaru ini terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya operasi militer yang disebut sebagai tindakan "pertahanan diri" terhadap Iran. Washington menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS yang terjadi sebelumnya.
Meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran kembali memunculkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Sejumlah pihak menilai eskalasi lebih lanjut berpotensi memperburuk situasi keamanan regional jika tidak diimbangi dengan upaya diplomasi dan deeskalasi dari kedua belah pihak.
(Sumber: Antara)
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi (ANTARA/HO-irangov.ir) (Antara)