Ntvnews.id, Jakarta - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2026 tidak hanya difokuskan pada penyelesaian infrastruktur fisik, tetapi juga diarahkan untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya.
Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan kawasan ibu kota baru dirancang untuk menciptakan efek berganda yang mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dampak pembangunan IKN mulai terlihat pada pertumbuhan ekonomi sejumlah daerah penyangga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Samarinda meningkat dari 2,76 persen pada 2021 menjadi 6,22 persen pada 2025.
Penajam Paser Utara mencatat lonjakan paling signifikan dari kontraksi 1,69 persen menjadi tumbuh 6,52 persen. Sementara Kutai Kartanegara tumbuh dari 2,67 persen menjadi 3,43 persen dan Balikpapan meningkat dari 4,56 persen menjadi 9,32 persen pada periode yang sama.
Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, menegaskan bahwa pembangunan IKN memiliki visi yang lebih luas daripada sekadar memindahkan pusat pemerintahan.
“IKN dirancang tidak hanya sebagai pusat pemerintahan negara, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Berikut Infografiknya:
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2026 tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian di kawasan tersebut dan wilayah sekitarnya. (Antara)
(Sumber: Antara)
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2026 tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian di kawasan tersebut dan wilayah sekitarnya. (Antara)