Diduga Terbang 17 Tahun dengan Lisensi Palsu, Pilot Pesawat Ditangkap

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 06:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pesawat Ilustrasi Pesawat (pixabay)

Ntvnews.id, Ottawa - Seorang pilot senior maskapai Air Canada, Geoffrey Wall, yang berusia 59 tahun, diduga menerbangkan ratusan penerbangan selama hampir dua dekade tanpa memiliki lisensi yang dipersyaratkan. Kasus tersebut kini menyeretnya ke proses hukum dengan berbagai tuduhan pidana.

Dilansir dari AFP, Kamis, 11 Juni 2026, menurut otoritas setempat, Wall diduga telah menjadi pilot dalam lebih dari 900 penerbangan, mengangkut puluhan ribu penumpang, dan memperoleh pendapatan hampir 3 juta dolar AS selama menjalankan profesinya.

“Kapten Air Canada itu telah dituduh melakukan penipuan setelah diduga menerbangkan ratusan penerbangan selama hampir 17 tahun tanpa lisensi yang dibutuhkan,” kata pihak berwenang setempat pada Selasa 9 Juni 2026.

Penangkapan Wall dilakukan pada 1 Juni setelah aparat menyelesaikan penyelidikan yang dikenal dengan nama Proyek Icarus.

“Geoffrey Wall, 59, ditangkap pada 1 Juni setelah penyelidikan penipuan yang dikenal sebagai Proyek Icarus," kata Wakil Kepala Nick Milinovich dalam konferensi pers.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Wall memulai karier penerbangannya pada 1998 dan kemudian dipercaya menjadi kapten pesawat pada 2009. Jabatan tersebut mensyaratkan kepemilikan lisensi pilot transportasi udara yang diduga tidak pernah dimilikinya secara sah.

Baca Juga: Danantara Kaji Pembentukan Perusahaan Leasing Pesawat untuk Dukung Pengadaan Boeing Garuda

Penyidik menduga Wall menggunakan dokumen lisensi palsu untuk meyakinkan pihak Air Canada dan Transport Canada. Ia juga disebut berupaya menutupi dugaan penipuan tersebut dengan membuat laporan polisi palsu.

Atas kasus ini, Wall menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk penipuan dengan nilai lebih dari 5.000 dolar AS, tindakan yang mengganggu ketertiban umum, dua dakwaan pemalsuan dokumen, serta tiga dakwaan terkait kepemilikan merek dagang palsu.

Penyelidikan bermula pada Januari lalu setelah ditemukan ketidaksesuaian dalam dokumen yang diserahkan Wall saat menjalani evaluasi rutin di Bandara Pearson.

Selama periode 2009 hingga 2025, ia diduga menerbangkan berbagai jenis pesawat berbadan lebar, termasuk Boeing 767, Boeing 777, dan Boeing 787. Dalam kurun waktu tersebut, ia disebut mengoperasikan lebih dari 900 penerbangan dan melayani puluhan ribu penumpang.

Ilustrasi Pesawat <b>(Istimewas)</b> Ilustrasi Pesawat (Istimewas)

Selain bertugas sebagai pilot, Wall juga diketahui pernah menduduki posisi kepemimpinan dalam asosiasi pilot Air Canada.

Ketua Dewan Layanan Kepolisian Peel, Nando Iannicca, menyatakan kasus tersebut sangat memprihatinkan karena menunjukkan adanya dugaan upaya sistematis untuk menghindari mekanisme pengawasan yang dirancang demi melindungi keselamatan publik.

Sementara itu, Air Canada menyatakan pihaknya menanggapi kasus tersebut dengan sangat serius. Meski demikian, maskapai menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tidak terganggu karena seluruh pilot tetap diwajibkan menjalani uji kompetensi setiap enam bulan serta pemeriksaan penerbangan tahunan oleh penguji bersertifikat dari Transport Canada.

Kasus ini kini menjadi sorotan di Kanada karena menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem verifikasi lisensi penerbang dan mekanisme pengawasan yang berlaku di industri penerbangan sipil negara tersebut.

x|close