Prabowo Berseloroh Bakal Tetap Awasi Generasi Penerus Meski Sudah Dipanggil Tuhan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 08:19
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (Istimewa)

Ntvnews.id, Lampung - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan gurauan bahwa dirinya akan tetap mengawasi perjalanan bangsa Indonesia dan generasi penerus, bahkan jika suatu saat telah dipanggil oleh Tuhan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo terlebih dahulu menyoroti peluang besar Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2045. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, Indonesia berpotensi menempati posisi keempat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

"Kalau kita pandai dan kita cerdas 2045 kita ekonomi keempat terbesar di dunia saudara-saudara, yang muncul nanti nomor satu Tiongkok, nomor dua Amerika Serikat, nomor tiga India, nomor empat Republik Indonesia," kata Prabowo.

Ia juga menyinggung bahwa para pengusaha muda yang hadir saat ini akan berada pada masa puncak karier ketika Indonesia memasuki periode tersebut.

Baca Juga: Prabowo: Indonesia Harus Miliki Mobil Buatan Sendiri

Dalam suasana santai, Prabowo kemudian menyampaikan bahwa dirinya akan terus memperhatikan perkembangan bangsa dan kiprah generasi penerus di masa depan.

"Saya nanti di Hambalang monitor kalian di bawah. Kalau belum dipanggil Yang Maha Kuasa. Kalau dipanggil Yang Maha Kuasa aku lihat tetap saya monitor kalian. Kalau kalian kurang ajar malam-malam aku turun nyari kau," kata Prabowo yang disambut riuh peserta yang hadir.

"Jangan main-main kau. Kau melanggar berkhianat kepada Merah Putih, aku turun, aku cari kau ini," imbuh dia.

Selain menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia, Prabowo juga mengingatkan kalangan pengusaha untuk menjalankan usaha secara jujur dan tidak melanggar hukum.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto <b>(Istimewa)</b> Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (Istimewa)

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini membuat berbagai bentuk penyimpangan semakin mudah terdeteksi. Ia mencontohkan kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang mampu mempercepat proses analisis dokumen dalam jumlah besar.

"Sekarang jangan coba-coba melanggar hukum, saudara akan kalah. Kenapa? Sekarang ada teknologi, sekarang ada AI, ada kecerdasan. Sekarang semua dokumen setebal ini bisa dibaca dalam 5 menit. Kontrak setebal ini 5 menit. Jadi saudara-saudara, mari kita raih masa depan yang baik, kita kuasai, kita kendalikan semua untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat kita," katanya.

Prabowo menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat tata kelola yang baik dan mendorong kemajuan bangsa. Ia juga mengajak para pelaku usaha muda untuk memanfaatkan peluang yang ada guna menciptakan masa depan yang lebih sejahtera, dengan tetap menjunjung tinggi integritas serta kepatuhan terhadap hukum demi kepentingan rakyat dan negara.

x|close