Prabowo: PBB Peringatkan Ancaman Kelaparan Global, Indonesia Bersyukur Sudah Swasembada Pangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 06:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (Istimewa)

Ntvnews.id, Lampung - Presiden Prabowo Subianto menyatakan dunia saat ini sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang semakin serius. Di tengah kondisi tersebut, Prabowo bersyukur Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan sehingga memiliki posisi yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VIII HIPMI di Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.

"Kita bersyukur kekuatan kita besar, akan ada tantangan kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada pangan, jangan kau anggap pangan itu tidak penting," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, ketahanan pangan merupakan fondasi utama keberlangsungan sebuah negara. Ia menilai banyak negara saat ini mulai menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya.

Presiden juga mengungkapkan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memberikan peringatan terkait potensi terjadinya krisis kelaparan global dalam waktu dekat.

"Tanpa pangan tidak ada Republik mana pun di dunia ini, tidak ada negara tanpa pangan. Banyak negara sekarang dalam keadaan panik, mereka sulit cari makan. PBB sudah warning tahun ini akan ada kelaparan besar-besaran, kita alhamdulillah kuat," lanjutnya.

Baca Juga: Prabowo: Indonesia Harus Miliki Mobil Buatan Sendiri

Selain menyoroti sektor pangan, Prabowo juga menyampaikan optimisme pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Ia mengatakan berbagai program strategis tengah dijalankan agar Indonesia memiliki kekuatan energi yang lebih besar dalam beberapa tahun mendatang.

"Kita sedang bekerja keras hitungan kita tiga tahun lagi kita bener-bener sangat kuat di bidang energi saudara-saudara sekalian," ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus mempercepat agenda industrialisasi melalui program hilirisasi berbagai komoditas nasional. Kebijakan ini diarahkan agar sumber daya alam Indonesia tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah di dalam negeri guna menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.

Prabowo menilai langkah tersebut sekaligus membuka peluang besar bagi kalangan pengusaha muda untuk berkembang dan mengambil peran lebih besar dalam perekonomian nasional.

"Ini kesempatan untuk pengusaha-pengusaha muda bangkit karena kita tidak mau hanya jadi pasarnya bangsa lain. Kita mau pasar Indonesia harus dinikmati oleh putra-putri Indonesia," ujarnya.

Menurut Prabowo, penguatan sektor pangan, energi, dan hilirisasi industri menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu menghadapi berbagai gejolak global sekaligus menciptakan lebih banyak peluang usaha bagi generasi muda dan pelaku bisnis dalam negeri.

x|close