A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Wamenlu Sebut RI Terus Berkoordinasi dengan Iran Terkait 2 Kapal Tanker Pertamina - Ntvnews.id

Wamenlu Sebut RI Terus Berkoordinasi dengan Iran Terkait 2 Kapal Tanker Pertamina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 22:45
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno berbicara dengan wartawan usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno berbicara dengan wartawan usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia masih terus menjalin komunikasi dengan Iran guna mencari jalan keluar bagi dua kapal tanker milik Pertamina yang hingga kini belum dapat melintasi Selat Hormuz akibat situasi keamanan yang belum kondusif di kawasan tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, mengatakan pembahasan dengan otoritas Iran masih berlangsung untuk mengupayakan solusi atas persoalan yang dihadapi kedua kapal tersebut.

"Hubungan dengan otoritas pemerintah kita lakukan, diskusi dengan pemerintah Iran masih kita lanjutkan," kata Havas usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis, 11 Juni 2026.

Dua kapal yang dioperasikan oleh PT Pertamina International Shipping, yakni Pertamina Pride

dan Gamsunoro, saat ini masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melewati Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran strategis dunia.

Menurut Havas, perkembangan penyelesaian masalah tersebut sangat dipengaruhi oleh dinamika keamanan dan politik di kawasan, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

"Kalau kondisi politiknya memanas, eskalasi, ya kita harus wait and see, terpaksa," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa persoalan asuransi menjadi salah satu hambatan utama bagi pelayaran kedua kapal tersebut. Banyak perusahaan asuransi dinilai enggan menanggung risiko kapal yang harus melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Menurut Havas, perusahaan asuransi umumnya masih bersedia memberikan perlindungan selama kapal berada di wilayah yang dianggap aman. Namun, perlindungan tersebut sering kali tidak berlaku ketika kapal memasuki area yang dinilai berisiko tinggi.

Selain faktor asuransi, keputusan untuk melanjutkan pelayaran juga bergantung pada berbagai pertimbangan lain, termasuk keputusan nakhoda kapal dan persetujuan pemilik muatan yang mengutamakan keselamatan awak serta kargo yang diangkut.

"Banyak sekali elemen yang harus selaras. Jadi bukan hanya soal jaminan dari otoritas negara saja karena semuanya harus selaras," kata Havas.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, pada 22 April menyatakan bahwa proses negosiasi terkait dua kapal tanker Pertamina tersebut masih terus berjalan.

Menurut Sugiono, penyelesaian persoalan itu tidak sederhana karena turut dipengaruhi situasi internal yang berkembang di Iran.

"Kadang-kadang apa yang menjadi policy dari atas itu tidak serta-merta bisa diimplementasikan di lapangannya. Itu yang sedang dicari penyelesaiannya seperti apa," kata Sugiono.

(Sumber: Antara)

x|close