Departemen Pertahanan AS Tutup Sejumlah Area Kantor Usai Adanya Kontaminasi Bahan Berbahaya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jun 2026, 07:16
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pentagon atau Gedung Departemen Pertahanan Amerika Serikat Ilustrasi - Pentagon atau Gedung Departemen Pertahanan Amerika Serikat ((Antara))

Ntvnews.id, Washington D.C - Sejumlah bagian di markas besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, ditutup sementara dan beberapa area lainnya dievakuasi setelah terdeteksi insiden yang diduga berkaitan dengan keberadaan bahan berbahaya serta gangguan kualitas udara di dalam gedung.

Dilansir dari AFP, Jumat, 12 Juni 2026, Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menjelaskan bahwa sistem pemantauan lingkungan di kompleks tersebut menemukan anomali pada kualitas udara. Temuan itu mendorong otoritas setempat untuk menerapkan langkah pengamanan sembari melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kementerian Pertahanan menjalankan protokol perlindungan standar, termasuk perintah berlindung di tempat (shelter-in-place) untuk area yang terdampak," kata Parnell, Kamis.

Ia menambahkan bahwa tim tanggap darurat telah disiagakan guna membantu para penghuni gedung selama proses pemeriksaan berlangsung.

Penanganan insiden dilakukan oleh tim bahan berbahaya atau Hazardous Materials (HazMat) dari Pentagon Force Protection Agency dengan dukungan petugas dari Arlington County Fire Department. Pemerintah daerah setempat juga mengonfirmasi bahwa personel HazMat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan investigasi.

Baca Juga: Pentagon Masukkan Alibaba dan Baidu ke Daftar Perusahaan Terkait Militer China

Dalam komunikasi internal yang beredar di lingkungan Pentagon, tim keamanan menyebutkan bahwa pengujian tambahan diperlukan guna mengidentifikasi sumber gangguan kualitas udara tersebut. Proses pemeriksaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam.

Sejumlah area di kompleks Pentagon pun dibatasi aksesnya selama investigasi berlangsung. Berdasarkan informasi dari dua sumber, lantai dua hingga lantai lima pada koridor empat sampai tujuh untuk sementara tidak dapat digunakan maupun dimasuki.

Laporan media setempat juga menggambarkan situasi siaga di dalam gedung. Beberapa petugas kepolisian terlihat mengenakan masker gas dan perlengkapan pelindung kimia lengkap sebagai langkah pencegahan terhadap potensi paparan zat berbahaya.

Logo Pentagon, markas pertahanan Amerika Serikat  <b>((Antara))</b> Logo Pentagon, markas pertahanan Amerika Serikat ((Antara))

Hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa akibat insiden tersebut. Otoritas Pentagon masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab gangguan kualitas udara yang memicu penutupan sebagian area markas pertahanan terbesar Amerika Serikat itu.

Pihak berwenang belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai jenis bahan yang diduga menjadi sumber masalah. Namun, langkah evakuasi dan pembatasan akses dilakukan sebagai tindakan pencegahan demi menjamin keselamatan personel yang berada di dalam kompleks Pentagon.

x|close