Ntvnews.id, Taheran - Iran mengklaim serangan rudal dan drone yang mereka luncurkan berhasil mengenai sekitar 70 persen target militer yang telah ditetapkan dalam konflik yang terus memanas dengan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan yang dikutip media semi-pemerintah Iran, Fars News, seorang sumber menyebut penilaian tersebut didasarkan pada analisis citra satelit serta data yang dimiliki lembaga keamanan Iran. Menurutnya, operasi militer yang dijalankan telah mencapai sasaran yang direncanakan.
"Pasukan rudal dan Angkatan Udara mampu mengenai 70 persen target militer yang sudah ditentukan dengan akurat," kata sumber tersebut, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat, 13 Juni 2026.
Sumber itu menuturkan bahwa rudal balistik jarak jauh dan drone yang digunakan Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara yang ditempatkan di sekitar fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Ia juga mengklaim bahwa sejumlah proyektil Iran berhasil menghantam target di Pangkalan Udara Azraq, Pangkalan Udara Ali Al Salem, serta fasilitas yang berkaitan dengan Armada Kelima Amerika Serikat yang bermarkas di Bahrain.
Baca Juga: 22 Negara Desak Iran Hentikan Aksi Serangan Lintas Negara
Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat maupun negara-negara yang disebut menjadi lokasi serangan belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim Iran maupun dampak yang ditimbulkan dari serangan tersebut.
Sebelumnya, pada Rabu, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan telah menyerang 21 lokasi milik Amerika Serikat yang berada di sejumlah negara Arab sebagai bentuk balasan atas serangan yang diterimanya.
Dalam pernyataan terpisah, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyebut operasi tersebut merupakan respons terhadap tindakan Amerika Serikat dan sekutunya, Israel. Mereka juga memperingatkan akan melakukan langkah yang lebih keras apabila serangan terhadap Iran terus berlanjut.
Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat di langit di atas kota Hebron, Tepi Barat, pada 7 Juni 2026. Sirene berbunyi di beberapa wilayah di Israel utara akibat serangan rudal tersebut, yang terjadi setelah serangan Israel terhadap ib (Antara)
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung sejak akhir Februari lalu. Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata yang kemudian diperpanjang, meski tanpa rincian lebih lanjut mengenai mekanismenya. Kesepakatan itu mencakup penghentian serangan terhadap Iran dan Lebanon.
Namun, Teheran menuduh Amerika Serikat dan Israel melanggar kesepakatan tersebut. Sejak saat itu, bentrokan dan aksi saling serang antara kedua kubu dilaporkan masih terus berlangsung hingga sekarang.
Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)