Seruan Anti-Amerika Menggema Saat Ribuan Pelayat Padati Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jul 2026, 17:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Istimewa)

Ntvnews.id, Taheran - Prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, resmi dimulai di Teheran, Iran, pada Sabtu, 4 Juli 2026 pagi waktu setempat. Upacara yang dihadiri ribuan warga tersebut menjadi salah satu perhelatan publik terbesar di Iran dalam beberapa dekade terakhir dan dipandang sebagai simbol kekuatan Republik Islam Iran di hadapan lawan-lawannya.

Ribuan pelayat yang membawa bendera dan spanduk merah, yang melambangkan pembalasan, memadati area kompleks keagamaan Grand Mosalla di Teheran. Mereka berkumpul sejak pagi hari untuk menyambut kedatangan peti jenazah Khamenei.

Dilansir dari AFP, Sabtu, 4 Juli 2026, suasana di lokasi dipenuhi seruan anti-Amerika. Teriakan "matilah Amerika" dan "balas dendam, balas dendam" terdengar menggema di kawasan tersebut.

Pemerintah Iran memperkirakan antara 15 juta hingga 20 juta orang akan hadir memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei selama tiga hari pelaksanaan upacara di Teheran. Secara keseluruhan, rangkaian prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung selama enam hari.

Sejumlah jurnalis AFP di lapangan melaporkan bahwa banyak pelayat rela berjalan kaki sejauh beberapa kilometer demi mencapai lokasi upacara. Bahkan, ratusan warga telah menunggu di sekitar Grand Mosalla sejak Jumat, 3 Juli 2026 malam.

"Kami ingin mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada pemimpin kami, itulah sebabnya menunggu seperti ini tidak menyakitkan atau sulit bagi kami," kata seorang warga Iran, Somayye Hamedi.

Baca Juga: Negara Tetangga Indonesia Kirim Utusan untuk Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran

Pemerintah Iran juga menerapkan pengamanan ketat selama prosesi berlangsung. Sejumlah ruas jalan ditutup, sementara wilayah udara diperkirakan akan dibatasi. Acara ini menjadi pertemuan publik terbesar di Iran sejak pemakaman pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini, pada 1989.

Berdasarkan jadwal yang telah diumumkan, peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei akan disemayamkan di Teheran hingga Senin mendatang sebelum diarak melalui jalan-jalan ibu kota. Selanjutnya, pada Selasa, jenazah akan dibawa ke kota suci Qom. Sehari setelahnya, prosesi akan berlanjut ke sejumlah kota suci Muslim Syiah di Irak, sebelum akhirnya dimakamkan pada Kamis di kota kelahirannya, Mashhad, yang berada di wilayah timur laut Iran.

Sejumlah tokoh internasional turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir pada Jumat, 3 Juli 2026. Di antaranya Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang selama ini berperan sebagai mediator dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat.

Selain itu, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang kini menjabat sebagai wakil kepala Dewan Keamanan Rusia juga hadir sebagai utusan Presiden Vladimir Putin. Perwakilan dari kelompok Hamas Palestina dan Hizbullah Lebanon, yang sama-sama didukung Teheran, turut menghadiri prosesi tersebut. Pemerintah Taliban Afghanistan juga mengirimkan delegasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.

x|close