Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap Iran sehari setelah menyatakan bahwa kesepakatan antara kedua negara hampir mencapai tahap akhir. Trump menuding Teheran tidak jujur karena dianggap menyampaikan gambaran yang keliru mengenai isi proposal yang sedang dibahas.
Melalui unggahan di platform Truth Social. Trump membantah informasi yang beredar terkait rincian kesepakatan tersebut.
"Rincian yang dibocorkan Iran ke media berita palsu tidak ada hubungannya dengan rincian yang telah disepakati secara tertulis," tulis Trump.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai pernyataan yang disampaikan pihak Iran mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
"Apa yang mereka katakan, termasuk pernyataan mereka yang lemah dan menyedihkan tentang adanya kesepakatan, tidak ada hubungannya dengan kebenaran," lanjutnya. "Orang-orang yang sangat tidak terhormat untuk diajak berurusan. Dengan mereka, tidak ada yang namanya berurusan dengan itikad baik." jelasnya.
Baca Juga: Trump Ancam Gempur Iran Lebih Keras, Tuding Telah Permainkan Negosiasi Damai
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan sejumlah poin utama yang disebut menjadi bagian dari kesepakatan dengan Amerika Serikat. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Iran tidak akan menyerahkan kendali atas Selat Hormuz dan menuntut pencairan dana Iran yang dibekukan senilai 24 miliar dolar AS.
Menanggapi hal itu, Trump menyoroti aktivitas Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ia menilai tindakan tersebut tidak dapat diterima.
"Sama sekali tidak dapat diterima." katanya.
Trump kemudian memperingatkan Iran agar segera mengubah sikapnya.
"Mereka sebaiknya segera memperbaiki tindakan mereka, dan secepatnya!" katanya.
Sebelum mengeluarkan kritik tersebut, Trump sempat menyampaikan optimisme bahwa Washington dan Teheran akan mampu mencapai kesepakatan kerangka kerja yang berpotensi ditandatangani dalam waktu dekat. Namun, pemerintah Iran membantah bahwa dokumen final telah berhasil disepakati kedua pihak.
Arsip foto Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)
Saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval pada Kamis, 11 Juni 2026 Trump bahkan mengklaim kemajuan signifikan telah dicapai dalam proses negosiasi.
"Kami baru saja mencapai penyelesaian besar atas perang dengan Iran," kata Donald Trump.
Ia menambahkan bahwa sejumlah dokumen tengah dipersiapkan dan dapat segera ditandatangani. Trump juga menyebut Eropa berpeluang menjadi lokasi penandatanganan kesepakatan tersebut, meski tidak mengungkapkan negara maupun tempat yang akan digunakan untuk acara tersebut.
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)