BRIN Targetkan Inovasi yang Langsung Menyentuh Rakyat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jun 2026, 14:00
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BRIN Arif Satria memaparkan peran penting kampus sebagai pusat inovasi dan solusi pada kegiatan Road to Campus di Unhas Makassar.ANTARA/HO-Unhas. Kepala BRIN Arif Satria memaparkan peran penting kampus sebagai pusat inovasi dan solusi pada kegiatan Road to Campus di Unhas Makassar.ANTARA/HO-Unhas. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menegaskan komitmen lembaga yang dipimpinnya untuk mengubah paradigma riset di Indonesia. Ia menekankan bahwa inovasi tidak boleh lagi berhenti hanya sebagai angka dalam publikasi ilmiah atau tumpukan kertas di lemari arsip, melainkan harus bertransformasi menjadi solusi konkret bagi persoalan masyarakat.

“BRIN hadir untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat. Inovasi kita harus berdampak langsung, mulai dari mitigasi bencana, ketahanan pangan, hingga transisi energi berkelanjutan,” tegas Arif Satria, Minggu, 14 Juni 2026.

Salah satu tantangan besar dalam dunia riset adalah "lembah kematian" antara penemuan di laboratorium dan komersialisasi di industri. Menjawab tantangan ini, BRIN memperkenalkan gagasan strategis bertajuk "Rumah Inovasi Indonesia".

Platform ini dirancang sebagai ekosistem kolaborasi yang mempertemukan para peneliti dengan sektor industri, investor, hingga jaringan filantropi. Tujuannya jelas: mengakselerasi hilirisasi produk teknologi agar hasil riset bisa segera dirasakan manfaatnya oleh publik dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dalam paparannya, Arif merinci sejumlah lompatan teknologi yang saat ini sedang digenjot oleh BRIN untuk merespons kebutuhan mendesak bangsa:

1. Teknologi Peredam Gempa:

Mengingat posisi Indonesia di Ring of Fire, BRIN mengembangkan sistem peredam gempa inovatif untuk memperkuat resiliensi infrastruktur bangunan di wilayah rawan bencana.

2. Padi Biosalin untuk Kedaulatan Pangan:

Para periset BRIN berhasil menciptakan varietas padi yang mampu tumbuh subur di lahan dengan kadar salinitas (kandungan garam) tinggi. Inovasi ini menjadi kunci untuk memanfaatkan lahan pesisir guna menyokong stok pangan nasional.

3. Energi dari Sampah (PSEL):

Untuk mengatasi masalah sampah urban sekaligus mendukung transisi energi, fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) terus diimplementasikan secara luas.

Upaya transformasi ini mendapat respons positif dari Senayan. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyatakan dukungannya terhadap penguatan anggaran BRIN. Menurutnya, dana riset harus dipandang sebagai investasi masa depan, bukan beban pengeluaran negara.

“Alokasi pendanaan untuk riset adalah investasi fundamental jangka panjang untuk pembangunan nasional,” ujar Hetifah.

Meski demikian, DPR memberikan catatan khusus agar BRIN lebih responsif terhadap isu kesehatan masyarakat yang mendesak. Secara spesifik, Hetifah meminta BRIN memprioritaskan riset terkait pengobatan penyakit diabetes. Hal ini mengingat angka penderita diabetes di Indonesia yang terus melonjak dan membutuhkan penanganan medis berbasis inovasi lokal yang lebih terjangkau.

Selain fokus pada produk hilirisasi, BRIN juga mengajukan usulan penguatan anggaran untuk revitalisasi fasilitas vital nasional. Fokus utamanya adalah pembaruan infrastruktur ketenaganukliran. Teknologi nuklir ini diproyeksikan tidak hanya untuk ketahanan energi masa depan, tetapi juga untuk aplikasi di sektor industri maju dan peralatan kesehatan mutakhir.

Sebagai bentuk pengawasan, Komisi X DPR RI menjadwalkan kunjungan lapangan dalam waktu dekat untuk meninjau langsung implementasi proyek-proyek inovasi tersebut.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran negara benar-benar berubah menjadi solusi nyata yang meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia.

x|close