Prabowo dan Steinmeier Sepakat Perkuat Kemitraan RI-Jerman di Bidang Ekonomi hingga Ketenagakerjaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jun 2026, 14:28
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier membahas upaya penguataan kemitraan strategis Indonesia Jerman di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, investasi, transisi energi, pendidikan, hingga ketenagakerjaan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pernyataan bersama dengan Steinmeier seusai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

"Pada pertemuan hari ini, kita membahas penguatan kemitraan Indonesia-Jerman khususnya di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan dan ketenagakerjaan," kata Prabowo.

Di bidang ekonomi, Prabowo dan Steinmeier sepakat meningkatkan volume perdagangan dan investasi kedua negara yang saling menguntungkan. Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat segera mencapai kesimpulan substantif. Prabowo berharap Jerman dapat terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa terkait IEU CEPA.

"Sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara," katanya.

Selain itu, Prabowo menyatakan, kerja sama Indonesia dan Jerman juga dilakukan melalui program Competitiveness Industrial Modernization and Trade Acceleration Program (CITA).

Baca Juga: KPK Periksa Komisaris PT Catur Elang Perkasa dan Pegawai PHKT Terkait Kasus PPT Energy Trading

Indonesia, kata Prabowo, mengundang Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia. Beberapa di antaranya transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan, dan pengembangan industri semikonduktor.

"Kami juga mengundang Jerman untuk ikut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang juga dalam pengembangan infrastruktur kita," paparnya.

Prabowo menyambut baik program Partnering in Business with Germany yang ditujukan untuk UMKM. Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Joint Economic and Investment Committee yang kedua tahun ini.

"Di bidang tenaga kerja kesehatan, kami sangat apresiasi penandatanganan letter of intent mengenai global skills partnership di bidang keperawatan. Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi," paparnya.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier <b>(NTVnews)</b> Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier (NTVnews)

Dalam kesempatan ini, Prabowo dan Steinmeier sependapat untuk menyelesaikan konflik global melalui perundingan dan diplomasi. Untuk itu, Indonesia dan Jerman sepakat memperkua kerja sama bidang diplomasi untuk untuk meningkatkan dan memastikan perdamaian dan stabilitas global.

"Saya sangat berkeyakinan bahwa Jerman harus memainkan peran yang lebih aktif dan lebih penting karena kami butuh kemitraan yang baik dengan Jerman dan dengan Eropa. Kunjungan Presiden Jerman kali ini adalah tanda bahwa hubungan itu sangat penting," katanya.

Kunjungan Steinmeier ke Indonesia ini menandai 75 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Jerman pada 2027 mendatang. Prabowo menyatakan kunjungan kedua Steinmeier ini memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia karena menunjukkan hubungan antara Jerman dan Indonesia yang sangat baik.

"Kunjungan ini juga merupakan momentum penting di tengah dinamika global yang semakin penuh dengan ketidakpastian. Penguatan dan keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Jerman tentunya menjadi prioritas," katanya.

x|close