Pemerintah Umumkan Obligasi Global Danantara Laris Manis, Rosan Sebut Bukti Tingginya Kepercayaan Investor ke Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jun 2026, 16:27
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
CEO Danantara/Menteri Investasi Rosan Roeslani CEO Danantara/Menteri Investasi Rosan Roeslani (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) sukses menghimpun pendanaan baru melalui penerbitan surat utang global senilai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp26,55 triliun.

Instrumen obligasi tersebut bahkan mencatat kelebihan permintaan (oversubscribe), mencerminkan kuatnya minat investor internasional terhadap aset investasi Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa permintaan investor terhadap obligasi global tersebut mencapai tiga kali lipat dari nilai yang ditawarkan. Pada puncaknya, total pesanan tercatat mencapai US$ 4,6 miliar atau sekitar Rp81,40 triliun.

Menurut Rosan, penerbitan obligasi tersebut terbagi dalam dua tenor. Obligasi bertenor lima tahun berhasil mengumpulkan dana sebesar US$ 750 juta dengan tingkat imbal hasil (yield) 5,35 persen. Sementara itu, obligasi tenor 10 tahun juga meraih dana US$ 750 juta dengan yield 5,95 persen.

Baca Juga: Prabowo dan Presiden Jerman Sepakat Dorong Penyelesaian Konflik Dunia Lewat Diplomasi

"Kami bisa closing di, yang lima tahun di 5,35%, yang 10 tahun di 5,95%. Ini adalah hasil yang sangat-sangat baik, dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi, dan ini terbukti, dan ini real, ya," ungkap Rosan dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Senin, 15 Juni 2026.

Rosan menjelaskan dana hasil penerbitan obligasi global tersebut dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni mendatang. Ia menilai tingginya minat investor terhadap instrumen tersebut menjadi indikator nyata kepercayaan pasar global terhadap prospek ekonomi Indonesia.

"Banyak yang menyampaikan selama ini, 'Oh tidak akan ada investasi mau percaya kepada kita.' Tapi ini real. Ini membuktikan bahwa memang kepercayaan investor terhadap Indonesia, itu ada dan tinggi," imbuhnya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi <b>(NTVnews)</b> Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)

Sebelumnya, Danantara melalui Danantara Investment Management (DIM) meluncurkan instrumen surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat. Penerbitan perdana obligasi global tersebut menjadi momentum penting bagi Danantara untuk mengukur respons dan minat investor asing terhadap berbagai aset investasi yang dimiliki Indonesia.

Keberhasilan penghimpunan dana dengan tingkat permintaan yang jauh melampaui target dinilai menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dalam menarik investasi global serta memperkuat posisi Indonesia di pasar keuangan internasional.

x|close