Ntvnews.id, Islamabad - Seorang anak perempuan warga Australia meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan yang dilakukan polisi Pakistan akibat kesalahan identifikasi dalam operasi penanganan kasus perampokan bersenjata di Kota Chakwal, Provinsi Punjab.
Dilansir dari AFP, Selasa, 16 Juni 2026, Korban diketahui bernama Hania Ahmed, siswi kelas empat yang berasal dari Perth, Australia. Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu pekan lalu ketika anggota Elite Force Kepolisian Punjab melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang ditumpangi keluarganya.
Akibat insiden tersebut, ayah korban, Adeel Ahmed (39), serta kakaknya yang berusia 11 tahun, Aafan Ahmed, mengalami luka serius. Sementara sang ibu dilaporkan selamat dan tidak mengalami cedera.
Pihak Kepolisian Punjab mengakui bahwa penembakan tersebut dipicu oleh kesalahan penilaian petugas di lapangan saat merespons laporan perampokan bersenjata.
Berdasarkan keterangan resmi Departemen Pengendalian Kejahatan Kepolisian Punjab, keluarga Ahmed saat itu sedang berusaha menyelamatkan diri menggunakan mobil sewaan setelah menjadi target aksi perampokan.
Baca Juga: Jelang Eksekusi Blok 15 GBK, PPKGBK Kerahkan 300 Personel untuk Inventarisasi dan Pengamanan Aset
Dalam situasi yang berlangsung cepat dan penuh kepanikan, petugas diduga salah mengidentifikasi kendaraan yang digunakan keluarga korban sebagai kendaraan para pelaku kejahatan yang sedang melarikan diri.
"Dalam kekacauan yang terjadi, petugas secara keliru menilai para tersangka sedang melarikan diri menggunakan kendaraan korban dan kemudian melepaskan tembakan," demikian pernyataan kepolisian.
Akibat tembakan tersebut, Hania Ahmed meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara ayah dan kakaknya mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan medis.
Menanggapi insiden tersebut, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendesak agar proses penyelidikan dilakukan secara terbuka.
"Kami mengharapkan adanya transparansi dan penyelidikan yang layak terhadap peristiwa ini," kata Albanese kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa tragedi tersebut tidak hanya merenggut nyawa seorang anak, tetapi juga menyebabkan anggota keluarganya mengalami luka-luka serius.
Otoritas Pakistan menyatakan petugas yang melepaskan tembakan telah diamankan dan ditahan sementara waktu untuk menjalani proses investigasi lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh fakta terkait insiden dapat terungkap secara menyeluruh.
Di sisi lain, dua orang yang diduga terlibat dalam aksi perampokan yang memicu rangkaian peristiwa tersebut dilaporkan tewas dalam baku tembak terpisah dengan aparat keamanan.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. Pihak berwenang Pakistan menyatakan akan menelusuri kronologi kejadian secara rinci sekaligus menentukan bentuk pertanggungjawaban hukum bagi pihak-pihak yang terlibat dalam insiden yang menewaskan Hania Ahmed tersebut.
Ilustrasi penembakan/pistol/senjata api (Pixabay)