Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan damai yang telah dicapai antara Amerika Serikat dan Iran mencakup komitmen Teheran untuk tidak memiliki senjata nuklir.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menjelaskan poin-poin utama dari perjanjian yang menurutnya telah resmi ditandatangani oleh kedua pihak.
"Tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Trump dilansir Aljazeera, Selasa, 16 Juni 2026.
Trump menyatakan Iran telah menyetujui ketentuan dalam perjanjian tersebut. Namun, menurutnya, keberhasilan implementasi kesepakatan akan sangat bergantung pada mekanisme pengawasan yang diterapkan oleh berbagai pihak terkait.
"Mereka menyetujuinya," kata Trump.
"Pengawasan ketat akan menegakkan perjanjian tersebut," lanjut dia.
Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang telah disepakati menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan perdamaian antara kedua negara. Trump juga mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap kesepakatan dapat mengembalikan hubungan Washington dan Teheran ke kondisi konflik sebelumnya.
"Semoga ini akan menjadi hubungan yang baik... dan jika tidak, kita akan kembali ke titik awal," imbuhnya.
Baca Juga: Jelang Eksekusi Blok 15 GBK, PPKGBK Kerahkan 300 Personel untuk Inventarisasi dan Pengamanan Aset
Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran telah resmi ditandatangani. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungannya ke Evian-Les-Bains, Prancis, dalam kesempatan yang juga dihadiri Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
"Kesepakatan dengan Teheran sudah ditandatangani," kata Trump.
Meski demikian, Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai proses penandatanganan dari pihak Iran maupun rincian teknis dokumen yang telah disepakati.
Selain mengumumkan keberhasilan perundingan damai, Trump juga menyampaikan bahwa Selat Hormuz telah mulai dibuka kembali untuk aktivitas pelayaran internasional dan akan beroperasi sepenuhnya dalam waktu dekat.
"Kesepakatan sudah ditandatangani, dan Selat sudah sebagian dibuka," imbuh Trump.
Kesepakatan tersebut dipandang sebagai langkah penting dalam meredakan ketegangan yang selama beberapa bulan terakhir meningkat antara Amerika Serikat dan Iran. Selain isu keamanan regional, perjanjian itu juga diharapkan dapat menjamin kelancaran jalur perdagangan energi global melalui Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute pelayaran paling strategis di dunia.
Dengan adanya komitmen terkait program nuklir Iran dan pembukaan kembali jalur pelayaran internasional, kedua negara diharapkan dapat memasuki fase hubungan yang lebih stabil setelah periode konflik yang berkepanjangan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat (25/42026). ANTARA/Anadolu/Celal Güne?. (Antara)